Alquran Al Akbar Palembang, Wisata Religi Favorit Saat Ramadan-Lebaran

- Alquran Al Akbar di Palembang adalah replika Alquran raksasa dari kayu tembesu dengan ukiran khas, berdiri megah di kompleks Pesantren Al Ihsaniyah Gandus.
- Dibuat selama tujuh tahun sejak 2002 oleh Syofwatillah Mohzaib dengan biaya sekitar Rp1,2 miliar, terdiri dari 315 keping kayu berisi 630 halaman ayat suci.
- Sempat terbengkalai, kini menjadi ikon wisata religi favorit terutama saat Ramadan dan Lebaran, menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah Indonesia.
Palembang, IDN Times - Suasana damai, sejuk, dan penuh kekhusyukan langsung terasa saat memasuki kompleks Pesantren Al Ihsaniyah di Jalan M Amin Fauzi, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Palembang, Sumatra Selatan.
Di lokasi inilah berdiri Alquran Al Akbar, replika Alquran raksasa berbahan dasar kayu tembesu dengan ukiran khas Palembang. Setiap lembar kayu dipahat ayat suci Alquran lengkap dengan ornamen motif kembang bernuansa merah dan emas.
Dengan tinggi hampir 10 meter, perpaduan warna cokelat alami kayu dan huruf Arab timbul berwarna emas menciptakan tampilan yang megah sekaligus artistik.
1. Dibuat selama 7 tahun dengan biaya Rp1,2 Miliar

Alquran Al Akbar mulai dibuat pada 2002 oleh ustaz dan penceramah asal Palembang, Syofwatillah Mohzaib. Proses pemahatan berlangsung sekitar tujuh tahun hingga akhirnya rampung.
Total biaya pembuatan mencapai sekitar Rp1,2 miliar, dengan dukungan sejumlah tokoh nasional maupun lokal. Secara keseluruhan, Alquran ini terdiri dari 315 keping kayu dengan total 630 halaman.
Saat ini bangunan yang tersedia baru lima lantai. Lantai pertama memuat juz 1–5, lantai kedua juz 6–10, lantai ketiga juz 11–15, dan lantai keempat juz 16–20. Sementara juz 21–30 masih disimpan karena keterbatasan ruang.
2. Sempat terbengkalai sebelum jadi ikon wisata religi di Palembang

Awalnya, Alquran raksasa ini direncanakan ditempatkan di kawasan Masjid Agung Palembang. Namun, karena berbagai kendala, karya tersebut sempat terbengkalai sebelum akhirnya dipindahkan ke Gandus.
Sejak dikelola lebih terfokus, Alquran Al Akbar berkembang menjadi salah satu ikon wisata religi di Kota Pempek dan Sumatra Selatan. Keunikan bahan kayu tembesu serta ukiran khas Palembang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
3. Ramadan dan lebaran jadi momen puncak kunjungan

Jumlah pengunjung Alquran Al Akbar biasanya meningkat saat bulan Ramadan. Waktu favorit berkunjung adalah menjelang sore hari, ketika masyarakat ngabuburit sambil menunggu waktu berbuka puasa.
Pengunjung datang tidak hanya dari Palembang dan Sumsel, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Aceh, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Medan, hingga Bengkulu.
Selama Ramadan, lokasi ini tetap buka mulai pukul 09.00 WIB hingga menjelang berbuka puasa. Lonjakan tertinggi kunjungan biasanya terjadi pada H+3 Idulfitri, dengan jumlah pengunjung yang diperkirakan bisa meningkat hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.
Alquran Al Akbar kini tak hanya menjadi simbol religius, tetapi juga bukti kekayaan seni ukir dan budaya Palembang yang dikenal hingga mancanegara.







![[QUIZ] Siapa Nakama Topi Jerami yang Temani Kamu Muncak Gunung Dempo?](https://image.idntimes.com/post/20250623/upload_51edd07a39fda9c7944594c1a262b2c9_7b7bb9b0-5d76-45fb-9292-1a64445e0e04.jpg)




![[QUIZ] Siapa Karakter Upin & Ipin yang Cocok Temani Kamu Muncak Gunung Dempo?](https://image.idntimes.com/post/20251031/1000024635_b112fffc-75e7-4a17-8f93-e6a8cfddbcb0.jpg)





