Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Jenis Bahasa Daerah Sumsel, Ada yang Pakai Bahasa Jawa
Kondisi anak Sungai Lematang di Lahat yang terdampak oleh aktivitas tambang (Dok: Yayasan Anak Padi Lahat)
  • Sumatra Selatan memiliki beragam bahasa daerah, termasuk bahasa Jawa dialek Sumsel yang berkembang dari sejarah transmigrasi dan dipengaruhi logat Palembang.

  • Bahasa Melayu Palembang dan Musi menjadi lingua franca dengan 3,1 juta penutur serta sembilan dialek, tersebar dari Palembang hingga wilayah perairan.

  • Bahasa Ogan, Pedamaran, Kayu Agung, Komering, dan Lematang mencerminkan identitas komunitas serta variasi geografis masyarakat di berbagai wilayah Sumsel.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Sumatra Selatan ada banyak bahasa daerah. Ada bahasa Jawa juga, karena dulu orang Jawa pindah dan tinggal di sana. Bahasa lain adalah Ogan, Pedamaran, Melayu Palembang dan Musi, Kayu Agung, Komering, dan Lematang. Orang-orang di tempat berbeda masih memakai bahasa mereka sebagai tanda siapa mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Keberagaman bahasa di Sumatra Selatan memperlihatkan jati diri daerah yang tumbuh dari perjumpaan sejarah, geografi, dan kehidupan komunitas. Dari dialek Jawa yang berakulturasi dengan logat Palembang hingga bahasa-bahasa yang menguatkan kohesi warga di tepian sungai dan desa, kekayaan linguistik ini mencerminkan harmoni sosial yang dinamis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Bicara budaya dan warisan sejarah daerah, tak luput dari pembahasan bahasa asli yang digunakan penduduk sekitar. Seperti di Sumatra Selatan, meski memiliki banyak jenis bahasa daerah, hal menarik yang tidak diketahui sebagian orang adalah penggunaan bahasa Jawa di beberapa daerah Sumsel.

Meski Sumsel memiliki banyak jenis bahasa, bahasa Jawa masih digunakan karena sejumlah warga yang tinggal di Sumsel merupakan masyarakat keturunan Jawa yang sebelumnya menjadi penduduk transmigran. Lalu apa saja bahasa-bahasa daerah di Sumsel? Berikut ulasan IDN Times.

1. Bahasa Jawa (Dialek Sumsel)

Kondisi anak Sungai Lematang di Lahat yang terdampak oleh aktivitas tambang (Dok: Yayasan Anak Padi Lahat)

Bahasa Jawa di Sumsel berakar dari sejarah transmigrasi. Seiring waktu, bahasa berakulturasi dengan budaya lokal hingga melahirkan dialek khas. Meski masih memiliki kemiripan 60 persen dengan bahasa Jawa standar Solo-Yogyakarta, kosakata dan intonasinya sudah banyak dipengaruhi oleh logat Palembang.

2. Bahasa Ogan

Suasana perkantoran Pemkab Ogan Ilir Tanjung Senai

Bahasa menjadi identitas masyarakat yang bermukim di tepian Sungai Ogan, terutama di Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan Ogan Komering Ulu (OKU). Memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas perairan, bahasa Ogan berperan sebagai alat kohesi sosial bagi warga agraris dengan ayunan nada khas yang membedakannya dari bahasa Melayu standar.

3. Bahasa Pedamaran

Kebun cabai milik syahrin di Pedamaran (IDN Times/istimewa)

Bahasa ini cukup eksklusif karena sebarannya yang spesifik dan hanya digunakan di Desa Pedamaran, Kabupaten OKI. Bahasa Pedamaran erat dengan perbedaan isolek mencapai 81–100 persen dari bahasa lainnya.

Bahasa Pedamaran di Sumsel kerap digunakan sebagai "bahasa sandi" budaya yang memperkuat solidaritas internal komunitas pengrajin tikar purun setempat.

4. Bahasa Melayu (Palembang dan Musi)

CFD Jembatan Ampera Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Bahasa ini merupakan lingua franca di Sumsel dengan 3,1 juta penutur yang tersebar dari Kota Palembang hingga wilayah perairan seperti Banyuasin dan Musi Rawas.

Memiliki 9 dialek utama, bahasa Melayu mencakup variasi tutur dari perkotaan hingga pelosok sungai dengan perbedaan dialektometri antarwilayah mencapai 51–80 persen.

5. Bahasa Kayu Agung

Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (Terpeka). (dok. Hutama Karya)

Bahasa ini memiliki keunikan ekstrem dengan perbedaan mencapai 81–100 persen dibandingkan dengan bahasa tetangganya, sehingga sering disebut sebagai "pulau bahasa". Penuturnya terkonsentrasi di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), mencakup 9 dialek yang menjadi identitas kuat bagi masyarakat suku Kayu Agung di desa-desa seperti Landur dan Pematang Panggang.

6. Bahasa Komering

Rumah adat suku komering - Dok: Ketua Umum Lembaga Pembina Adat OKU Timur, Leo Budi Rachmadi Batin Temenggung

Meskipun memiliki akar historis yang dekat dengan bahasa Lampung, bahasa Komering di Sumsel telah berkembang menjadi isolek mandiri yang dominan di OKU Timur. Bahasa ini terbagi menjadi dialek Pulau Negara dan dialek Aji, yang kaya akan kosakata kekerabatan serta mencerminkan karakter masyarakat agraris di sepanjang Sungai Komering.

7. Bahasa Lematang

Pantai Pasir Payuputat yang terbentuk dari aliran Sungai Lematang (instagram.com/bedi_prabu)

Bahasa ini dituturkan oleh masyarakat di sepanjang aliran Sungai Lematang, Bahasa Lematang memiliki 5 dialek utama, termasuk Pegagan dan Lahat. Karakteristik bahasanya sangat dipengaruhi oleh letak geografis, di mana terdapat perbedaan intonasi yang kontras antara penduduk wilayah hulu yang tegas dan penduduk wilayah hilir yang lebih mendayu.

Secara umum, keberagaman bahasa dan dialek di Sumsel menjadi cerminan harmoni antara sejarah sungai dan pegunungan. Kekayaan linguistik ini bersifat dinamis hingga yang menunjuk jati diri berharga bagi Sumsel dan harus terus dilestarikan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article