Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Fakta Imlek Palembang: Ribuan Warga Berkumpul di Pulau Kemaro

Cap Go Meh dan Pulau Kemaro Jadi Ikon Puncak Perayaan Imlek di Palembang
Cap Go Meh dan Pulau Kemaro Jadi Ikon Puncak Perayaan Imlek di Palembang (IDN Times/Instagram @pariwisata.palembang)
Intinya sih...
  • Pagoda Pulau Kemaro menjadi pusat perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Palembang, menarik wisatawan lokal dan mancanegara.
  • Pagoda ini adalah bangunan ikonik khas Tionghoa dengan 9 lantai, dominan warna merah dan emas, serta simbol Pat Kwa.
  • Sebagai lokasi ibadah dan penanda hubungan sejarah antara etnis lokal dan warisan budaya Tionghoa di Palembang.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Perayaan Imlek di Palembang ditandai dengan berbagai ornamen dan aksesori berwarna merah. Selain lampion yang menjadi ciri khas, perayaan Imlek di Bumi Sriwijaya juga dicirikan oleh keramaian di Pulau Kemaro.

Pulau Kemaro adalah tempat penting bagi keturunan Tionghoa saat Imlek dan Cap Go Meh berlangsung. Khususnya keberadaan Pagoda Pulau Kemaro. Pagoda ini kerap jadi pusat kegiatan perayaan Imlek (Tahun Baru China) dan Cap Go Meh (hari ke-15 setelah Imlek) bagi masyarakat Tionghoa di Palembang.

1. Pulau Kemaro jadi lokasi ibadah warga Tionghoa

Pagoda Pulau Kemaro, Palembang
Pagoda Pulau Kemaro, Palembang (instagram.com/pesonasriwijaya)

Ketika perayaan Imlek dan Cap Go Meh, Pagoda Pulau Kemaro banyak dikunjungi wisatawan. Tak hanya warga lokal, kedatangan turis mancanegara dari Singapura dan Malaysia pun meramaikan lokasi budaya di Sumatra Selatan ini.

Selain untuk tujuan wisata, Pagoda Pulau Kemaro adalah lokasi beribadah bagi keturunan Tionghoa maupun umat yang merayakan Imlek.

2. Merah dan emas adalah warna dominan bangunan Pulau Kemaro

Legenda Pulau Kemaro
Legenda Pulau Kemaro (wikipedia)

Menariknya, Pagoda Pulau Kemaro adalah bangunan ikonik. Pagoda ini adalah salah satu bangunan budaya khas Tionghoa. Struktur pagoda ini juga menjadi simbol penting kegiatan budaya dan perayaan komunitas Tionghoa di sana.

Pagoda Pulau Kemaro dibangun pada tahun 2006 dan memiliki 9 lantai dengan tinggi sekitar 45 meter. Warna dominan bangunannya adalah merah dan emas, yang secara tradisional berkaitan dengan keberuntungan dalam budaya Tionghoa.

3. Pagoda Pulau Kemaro jadi simbol perdamaian dan persatuan budaya

Cap Go Meh dan Pulau Kemaro Jadi Ikon Puncak Perayaan Imlek di Palembang
Cap Go Meh dan Pulau Kemaro Jadi Ikon Puncak Perayaan Imlek di Palembang (IDN Times/Instagram @pariwisata.palembang)

Secara nilai arsitektural, Pagoda Pulau Kemaro yang mempunyai 8 sudut ini adalah simbol Pat Kwa (Kedelapan Trigram). Dalam filosofi Tionghoa, melambangkan keseimbangan dan prinsip kosmik.

Tak hanya jadi lokasi ibadah, bangunan ini didirikan untuk mengenang leluhur dari Kerajaan Sriwijaya. Pagoda menjadi bukti hubungan erat dalam sejarah di Palembang antara etnis lokal dan warisan budaya.

Dari sisi simbol budaya, Pagoda Pulau Kemaro dianggap sebagai perdamaian dan persatuan budaya lokal dan Tionghoa yang sudah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat di Palembang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest Travel Sumatera Selatan

See More

Fakta Imlek Palembang: Ribuan Warga Berkumpul di Pulau Kemaro

15 Feb 2026, 16:21 WIBTravel