Psikologis Sriwijaya FC Terganggu: Belum Gajian tapi Wajib Menang

- Pemain Sriwijaya FC terganggu psikologisnya jelang laga kontra PSMS Medan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.
- Skuad Elang Andalas harus menang dan curi poin penuh dalam kondisi gaji belum lunas, rentan degradasi ke Liga Nusantara.
- Hendri Susilo menyatakan bahwa anak asuhnya rentan tak main optimal karena beban pikiran finansial dan ibadah puasa yang membutuhkan uang.
Palembang, IDN Times - Psikologis pemain Sriwijaya FC (SFC) terganggu jelang laga kontra PSMS Medan, Senin (10/2/2025) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang.
Skuad Elang Andalas dilematis karena wajib menang dan curi poin penuh di pertandingan kandang dalam kondisi gaji belum lunas. Hak para pemain masih menunggak tiga bulan di tengah laga playoff degradasi hampir berakhir.
1. Laskar Wong Kito wajib menang agar terbebas dari ancaman degradasi

Pelatih Sriwijaya FC Hendri Susilo mengatakan, dengan keadaan yang berat dan beban pikiran karena gaji belum dibayar, anak asuhnya itu rentan tak main optimal saat laga tuan rumah.
Padahal, Laskar Wong Kito wajib menang dan mengamankan poin agar terbebas dari ancaman degradasi ke Liga Nusantara. Meski SFC berada di peringkat dua Grup H, potensi kalah dari PSMS Medan masih ada.
"Kalau kalah (kontra PSMS) bisa degradasi. Untuk menang di home juga tidak gampang," kata Hendri, Jumat (7/2/2025).
2. Tumbangkan PSMS jadi kunci Elang Andalas bertahan di Liga 2

Sriwijaya FC kini mengantongi enam poin di laga playoff yang telah bergulir. Sementara PSMS Medan sudah memastikan diri jadi klub pertama Grup H yang terhindar dari degradasi pasca mengumpulkan 12 poin dari semua pertandingan.
Kunci Elang Andalas tetap bertahan di Liga 2 kata Hendri, wajib menumbangkan PSMS. Sehingga saat laga terakhir kontra Nusantara United, posisi Sriwijaya FC aman dan bebas dari degradasi.
"Dua laga home itu berat tidak mudah bisa kita menangkan," jelas dia.
3. Pemain Sriwijaya FC butuh uang untuk dikirim ke keluarga

Hendri mengaku psikologis anak asuhnya itu belum membaik dari beban pikiran finansial. Kondisi pemain lanjutnya, kurang bagus karena tim juga akan menjalankan ibadah puasa dalam waktu dekat yang tentunya membutuhkan uang untuk dikirim ke keluarga mereka di rumah.
"Manajemen belum ada kasih (gaji) baru memberikan bonus Rp10 Juta. Kami tidak membutuhkan bonus, utamakan saja bayar gaji dulu," kata Hendri.















