Menang dari Persita Tangerang, Semen Padang FC Amankan 3 Poin

- Babak pertama berlangsung sengit dengan tekanan dari kedua tim, namun belum ada gol yang tercipta.
- Pada babak kedua, pergantian pemain dan tendangan bebas berhasil membawa Semen Padang FC unggul 1-0.
- Laga berlangsung keras dengan 5 kartu kuning dan 23 tendangan bebas setelah pelanggaran bertubi-tubi.
Padang, IDN Times - Semen Padang FC akhirnya berhasil memperoleh poin penuh pada laga pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026 saat menjamu Persita Tangerang, Minggu (8/2/2026).
Laga yang berlangsung di Stadion H Agus Salim Padang tersebut berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan tim berjulukan Kabau Sirah itu. Dengan 3 poin yang didapatkan tersebut, tim Semen Padang FC masih berada di zona degradasi dan masih belum mampu memanjat naik.
1. Babak pertama, kedua tim ciptakan sejumlah peluang

Pada babak pertama dimulai, Semen Padang FC langsung mencoba memberikan tekanan ke lini pertahanan Persita Tangerang untuk berupaya mendapatkan keunggulan di awal. Tapi, peluang pada menit awal yang didapatkan tersebut masih jauh dari gawang yang dijaga oleh Igor Carreira tersebut.
Anak asuh Dejan Antonic itu terus mencoba memberikan tekanan hingga pada menit 24, Semen Padang FC mendapatkan sebuah peluang dari bola mati yang dieksekusi oleh Froise.
Tetapi, tendangan yang melambung tinggi di depan gawang Persita Tangerang masih mampu diantisipasi dan peluang itu masih belum bisa dimaksimalkan untuk menjadi sebuah gol.
Meski berlaga di kandang Semen Padang FC, Persita Tangerang tidak mau ketinggalan. Mereka mencoba membuat peluang untuk bisa unggul dari sang tuan rumah.
Ketangguhan Angelo Menesses dan Jago tak diragukan lagi. Peluang-peluang yang didapatkan tersebut masih mampu dibaca dengan sempurna dan tidak berpengaruh apa-apa.
Pada menit ke-36, Semen Padang FC kembali mendapatkan peluang dari bola mati yang kembali dieksekusi oleh Froese dari jarak yang tidak terlalu jauh.
Sayang, tendangan melambungnya masih bisa dibaca oleh Kozubaev yang masih belum berdampak apa-apa tergadap gawang Igor.
Sang putra daerah, Firman Juliansyah yang berposisi sebagai penyerang sayap juga terus mencoba memberikan umpan dan berupaya menciptakan peluang.
Tapi, hingga wasit Sudarmono meniup pluit panjang tanda berakhirnya babak pertama tidak ada gol yang tercipta baik oleh Semen Padang FC maupun Persita Tangerang.
2. Babak kedua, Semen Padang unggul lewat kotak penalti

Dimulainya babak kedua, Dejan Antonic langsung menarik keluar Firman Juliansyah dan memasukkan Ripal Wahyudi dan ia juga memasukkan sang pemain asing yang baru bergabung, Maicon De Souza.
Masuknya kedua pemain tersebut langsung menambah daya gempur Semen Padang FC pada awal babak kedua yang berhasil menciptakan peluang pada menit awal.
Sayangnya, peluang tersebut masih bisa ditepis oleh Igor yang berada di bawah mistar gawang Persita Tangerang dan masih belum bisa menciptakan sebuah gol.
Pada menit ke-71, Semen Padang FC kembali mendapatkan sebuah peluang melalui tendangan bebas usai Gullermo dilanggar oleh Carisma Fatoni tidak jauh dari kotak penalti. Tendangan bebas yang dieksekusi oleh Maicon De Souza itu diarahkan langsung kepada penjaga gawang dan mampu ditepis oleh Igor.
Peluang emas tersebut masih terbuang sia-sia dan Dejan Antonic kembali melakukan pergantian untuk menambah daya gempurnya di lini depan.
Tsouka dan Froese ditarik keluar, Diego Mauricio dan Riki Ariansyah dimasukkan untuk menambah daya gempur di lini depan pada 10 menit terakhir pertandingan.
Upaya itu tidak sia-sia, Diego Mauricio beberapa kali memperoleh peluang untuk menciptakan gol. Tetapi keperkasaan Igor di bawah mistar gawang masih belum bisa dibobol.
Pada tambahan waktu babak kedua, Semen Padang FC mendapatkan sebuah peluang emas saat Diego Mauricio dilanggar di kotak terlarang.
Setelah wasit Sudarmono melakukan pengecekan VAR, ia menyatakan bahwa itu memang pelanggaran dan Semen Padang FC berhak mendapatkan penalti.
Diego Mauricio yang mengeksekusi penalti tersebut mengarahkan bola ke arah kanan gawang yang tidak mampu ditepis oleh Igor. Gol tersebut langsung membuat Semen Padang FC unggul dari Persita Tangerang.
3. Pelanggaran terjadi bertubi-tubi

Laga antara Semen Padang FC menghadapi Persita Tangerang berlangsung cukup keras. Hal itu terbukti dari pelanggaran yang sering terjadi sepanjang pertandingan. Tidak hanya pelanggaran, bahkan wasit Sudarmono juga mengeluarkan kartu kuning dari dalam kantongnya untuk beberapa pemain.
Tercatat, hingga akhir laga sebanyak 5 kartu kuning dengan jumlah tendangan bebas yang mencapai 23 kali tendangan bebas usai pelanggaran.
















