Kalah vs Adhyaksa FC., Sumsel United Bertekad Perbaiki Konsentrasi

- Sumsel United kalah dari Adhyaksa FC Banten dalam Pegadaian Championship 2025/26.
- Kekalahan tersebut membuat Sumsel United gagal merebut puncak klasemen sementara dan harus puas berada di peringkat ketiga.
- Menurunnya fokus dan koordinasi antarpemain menjadi faktor kekalahan Sumsel United, yang berdampak pada rapuhnya lini pertahanan hingga tumpulnya lini serang.
Palembang, IDN Times - Kekalahan Sumsel United dari Adhyaksa FC Banten pada pekan ke-16 Pegadaian Championship 2025/26 menjadi bahan evaluasi bagi anak asuh Nilmaizar. Meski masih bertahan di papan atas klasemen, hasil tersebut membuat Sumsel United gagal merebut puncak klasemen sementara usai disalip Adhyaksa FC Banten dan kini harus puas berada di peringkat ketiga.
"Gol pertama dan kedua terjadi karena pemain kita kurang fokus dan lemah dalam melakukan penjagaan. Ini tidak boleh terjadi lagi," ungkap Nilmaizar, Minggu (18/1/2026).
1. Bersiapan hadapi laga derby Sumsel

Nilmaizar menegaskan, kekalahan tersebut akan menjadi pembelajaran penting bagi anak asuhnya dalam menghadapi sisa kompetisi. Kekalahan tipis 1-2 dari Adhyaksa FC Banten juga disebutnya akan menjadi motivasi tambahan bagi Sumsel United jelang laga lanjutan derby Sumatra Selatan melawan Sriwijaya FC pada pekan depan.
"Selain masalah fokus dan konsentrasi. Masih kurangnya koordinasi di antara pemain di saat melakukan penjagaan terhadap pemain lawan. Juga menjadi persoalan yang harus segera diperbaiki," jelas dia.
2. Akui lini belakang rapuh

Menurunnya fokus dan koordinasi antarpemain menjadi salah satu faktor kekalahan Sumsel United, yang berdampak pada rapuhnya lini pertahanan hingga tumpulnya lini serang. Berdasarkan statistik pertandingan, Laskar Juaro hanya mampu melepaskan delapan tembakan, tiga di antaranya tepat sasaran dan satu berbuah gol.
Sumsel United harus mengakui keunggulan Adhyaksa FC Banten setelah dikejutkan dua gol cepat Adilson Silva pada menit ke-6 dan menit ke-70. Meski demikian, tim asuhan Nilmaizar mampu bangkit di babak kedua dengan mencatatkan penguasaan bola 53 persen, 291 umpan sukses dari 355 percobaan dengan akurasi 82 persen, serta menciptakan enam peluang.
Performa defensif juga membaik dengan torehan 17 tekel sukses, 24 intersepsi, dan 22 sapuan. Sejumlah pergantian pemain dilakukan Nilmaizar untuk mengubah jalannya laga, termasuk memasukkan Tomi Darmawan dan Syahril Aprizal usai turun minum, serta pergantian lanjutan pada menit ke-63, 67, dan 76 guna menjaga intensitas permainan.
3. Adhyaksa bermain baik meski ditekan Sumsel United

Sementara itu, meski hanya menguasai bola 47 persen, Adhyaksa FC Banten tampil lebih efektif dalam membangun serangan. Dari 10 tembakan yang dilepaskan, empat di antaranya tepat sasaran dan berbuah dua gol.
Tim asuhan Ade Suhendra tersebut juga mencatatkan 258 umpan sukses dari 327 percobaan dengan akurasi 79 persen, menciptakan enam peluang, serta solid di lini bertahan melalui 23 tekel, 24 intersepsi, dan 12 sapuan.
"Ketika ketinggalan 1-0 dibabak pertama, kita sudah memberikan motivasi kepada anak-anak bahwa kita masih bisa. Tapi sayangnya mereka kurang fokus saja. Artinya, harusnya kita bisa mengejar ketertinggalan. Tapi waktu keburu habis dan kita gagal menyamakan kedudukan," beber dia.














