Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Sriwijaya FC Bangkrut? Begini Keadaan Klub Sumsel Itu Sekarang

Situasi latihan Sriwijaya FC di Lapangan Bumi Sriwijaya Palembang
Situasi latihan Sriwijaya FC di Lapangan Bumi Sriwijaya Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Intinya sih...
  • Krisis finansial mempengaruhi performa Sriwijaya FC, terbukti dari kekalahan 0-15 dan absennya pemain bintang.
  • Sriwijaya FC yang dulu disegani kini terpuruk akibat krisis finansial dan kehilangan dukungan investor utama.
  • Manajemen klub tidak stabil, menyebabkan pergantian pelatih dan pemain serta penurunan prestasi drastis.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Sriwijaya FC (SFC) klub legendaris asal Sumatra Selatan kini jadi perbincangan hangat publik. Sebab gelar double winner yang pernah tim ini raih begitu populer di dunia kulit bundar. Namun, ketenaran Laskar Wong Kito perlahan terkikis, akibat isu krisis finansial dan ancaman kebangkrutan klub.

Bahkan, pecinta bola Tanah Air tak saja dari pendukung klub Sumsel saat ini banyak yang mempertanyakan. Benarkah Sriwijaya FC bangkrut? Kenapa Sriwijaya FC bangkrut? Secara kondisi, SFC belum bisa disebut pailit. Sebab, tim ini masih berjuang sekuat tenaga di musim Pegadaian Championship 2025/2026. Tetapi berdasarkan keadaan keuangan, Sriwijaya FC memang dalam jurang gulung tikar dan mendekati kolaps.

1. Sriwijaya FC dalam bayangan degradasi

Ilustrasi latihan Sriwijaya FC
Ilustrasi latihan Sriwijaya FC (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Krisis Skuad Elang Andalas yang terpuruk bisa dilihat dari hasil pertandingan Sriwijaya FC terakhir. Pada 29 Januari 2026 di Banten International Stadium, Serang, tim yang sekarang masih dinakhodai Budi Sudarsono itu harus mengakui kelemahannya usai dibantai Adhyaksa FC tanpa gol balasan dengan skor 0-15.

Prestasi yang menurun itu tak terlepas dari krisis ekonomi tim. Sriwijaya FC tidak lagi memiliki pemain bintang. Bahkan, para skuad disebut ikhlas bermain tanpa pemberian gaji penuh. Kabarnya, Sriwijaya FC merekrut pemain dengan perjanjian sukarela. Yakni ingin membela klub tanpa balasan jasa berupa uang atau gaji per musim.

Bukan hanya masalah finansial, kondisi tubuh manajemen pun tak stabil. Sriwijaya FC selalu dalam bayangan degradasi. Ancaman walk out (WO) dari setiap kompetisi pun terus terjadi. Apalagi, bila tim harus bermain ke luar kandang yang membutuhkan biaya tetapi klub sendiri sedang krisis.

Skor 0-15 pada laga terakhir Laskar Wong Kito pun makin memperkuat sinyal bangkrut tersebut. Betapa Sriwijaya FC terpuruk dan mencoreng martabat klub. Hasil pertandingan tersebut menjadi simbol betapa rapuhnya fondasi tim yang tersisa.

2. Persoalan finansial Sriwijaya FC terjadi berlarut

Latihan Sriwijaya FC
Latihan sriwijaya FC (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sriwijaya FC kini tak lagi diingat sebagai legenda, tapi jadi klub ujung tanduk yang sebentar lagi diselimuti kebangkrutan. Padahal, SFC pernah menjadi simbol kejayaan sepak bola Indonesia. Dahulu, klub dikenal luas sebagai tim paling konsisten dan disegani saat Liga Super Indonesia.

SFC yang memiliki gelar juara liga dan Piala Indonesia, bukan hanya jadi simbolik kebanggaan daerah, tetapi juga representasi profesionalisme klub sepak bola nasional pada era kejayaannya.

Bicara awal mula krisis Sriwijaya FC, keterpurukan tim ini berakar dari persoalan finansial yang tak pernah tuntas dan berlarut-larut. Pemicunya, Elang Andalas tidak lagi mendapat dukungan penuh dari investor utama. Klub pun kehilangan sumber pendanaan stabil untuk menjalankan operasional sebagai tim profesional.

Masalah absennya sponsor utama tersebut makin memperparah keadaan. Sebab, pemasukan klub menjadi sangat terbatas dan tidak sebanding dengan kebutuhan kompetisi. Dalam sepak bola modern, stabilitas keuangan merupakan syarat mutlak untuk menjaga kualitas tim. Tanpa dana yang memadai, Sriwijaya FC kesulitan membayar gaji pemain dan ofisial tepat waktu. Tim juga tak bisa memenuhi kebutuhan logistik pertandingan, serta menyediakan fasilitas latihan yang layak.

Dengan segala keterbatasan, tim ini secara tak langsung mendeklarasikan diri ketidakmampuannya untuk bertahan lama lagi. Bahkan klub tidak lagi mampu bersaing secara sehat dengan tim-tim lain yang memiliki dukungan finansial lebih kuat.

3. Sriwijaya FC kehilangan arah tanpa visi jangka panjang

Sriwijaya FC latihan
Sriwijaya FC latihan (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Akibat situasi buruk karena krisis keuangan, banyak dampak negatif yang diperoleh tim. Salah satu yang sangat terasa adalah situasi internal manajemen klub yang tidak bisa mencari pemain profesional. Bahkan, perencanaan tim dilakukan secara darurat dan jangka pendek, tanpa visi pembangunan jelas.

Struktur kepelatihan Sriwijaya FC juga bisa dibilang jauh dari ideal. Salah satu indikasi paling nyata adalah minimnya staf pelatih pendukung, termasuk absennya pelatih khusus untuk posisi tertentu seperti penjaga gawang.

Manajemen yang tidak stabil ini, memicu pergantian pelatih dan pemain dalam waktu singkat, sehingga tim tidak pernah memiliki fondasi taktik dan chemistry yang solid. Akibat situasi tak pasti, internal manajemen SFC tidak bisa menciptakan suasana kerja kondusif, baik bagi pemain lokal maupun pemain berpengalaman yang seharusnya menjadi tulang punggung tim.

Imbas lain yang kini dialami SFC usai tak memiliki sponsor, adalah penurunan prestasi drastis hingga membuat klub kehilangan identitas. Sriwijaya FC sekarang menjadi tim yang mudah ditembus dan kehilangan arah permainan.

Rentetan kekalahan, kebobolan dalam jumlah besar, serta posisi juru kunci klasemen menjadi pemandangan yang berulang. Apalagi, kekalahan 0-15 pada akhir Januari lalu bukan sekadar hasil buruk dalam satu pertandingan, melainkan refleksi dari kerusakan sistematik di tubuh klub secara mental.

Singkatnya klub ini perlahan gulung tikar dan hilang arah. Ancaman degradasi bukan saja tentang turun kasta, tetapi menyangkut kelangsungan hidup klub sebagai entitas profesional. Karena, bagi klub yang punya sejarah panjang dan basis suporter besar, bayangan degradasi bisa jadi arti kebangkrutan fungsional. Yakni, kondisi klub masih adala secara administratif, tetapi tidak lagi mampu menjalankan perannya sebagai organisasi sepak bola profesional.

4. Suporter berupaya membantu persoalan finansial tim

Sriwijaya FC latihan
Sriwijaya FC latihan (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Usai diterpa kabar kebangkrutan, terbaru pendukung Sriwijaya FC yang memiliki kelompok besar di Sumsel berbondong-bondong memberikan bantuan bagi tim. Suporter Sriwijaya FC tersebut yakni Singa Mania, Sriwijaya Mania (S-man), dan Ultras Palembang serentak menggelar aksi nyata.

Para pendukung melakukan aksi lelang barang koleksi dan penggalangan donasi, sebagai langkah membantu finansial klub yang sedang mengalami krisis keuangan hebat pada musim ini.

Tak hanya suporter lokal, pendukung simpatisan SFC pun ikut memberi dorongan. Salah satunya aksi Domy Stupa, gitaris ternama ini melakukan lelang jaket SFC kesayangannya sebagai bentuk keprihatinan atas krisis finansial klub. Domy memang pernah meramaikan panggung dunia kulit bundar saat masa kejayaan Laskar Wong Kito.

Kemudian aksi yang dilakukan suporter pun melahirkan kekompakan di media sosial. Mereka terpantau melakukan lelang jersey original SFC dengan sistem open bid untuk menarik minat para kolektor dalam membantu pendanaan.

Selain lelang barang, penggalangan donasi pun dilakukan. Para pendukung secara kolektif membuka donasi terbuka untuk meringankan beban manajemen dalam melunasi tunggakan gaji pemain dan operasional tim. Mereka menggelar aksi turun ke jalan yang hasilnya langsung diserahkan kepada manajemen klub.

Tak berhenti dari sana, pendukung Sriwijaya FC juga sempat melobi sponsor. Meski, hasilnya tidak menunjukkan kebaikan. Kelompok suporter setikdanya pernah melakukan lobi ke calon sponsor dan audiens dengan pemerintah daerah untuk memastikan keberlangsungan klub dalam kompetisi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest Sport Sumatera Selatan

See More

Kenapa Sriwijaya FC Bangkrut? Begini Keadaan Klub Sumsel Itu Sekarang

06 Feb 2026, 07:14 WIBSport