Ditahan Imbang Persik, Semen Padang FC di Pinggir Jurang Degradasi
- Semen Padang FC gagal menang di laga kandang terakhir, harus menang di laga terakhir agar bertahan di Liga 1 Indonesia.
- Setelah tertinggal 0-1, Semen Padang FC meningkatkan intensitas permainan dan berhasil mencetak gol penyeimbang.
- Pelatih Eduardo Almeida melakukan pergantian pemain yang cukup mengejutkan dengan memasukkan pemain yang baru sembuh dari cedera.
Padang, IDN Times - Semen Padang FC gagal mengamankan posisi untuk bisa bertahan di Liga 1 Indonesia musim selanjutnya. Pasalnya, tim berjulukan Kabau Sirah itu gagal memperoleh kemenangan di laga kandang terakhirnya usai memperoleh hasil imbang pada laga pekan ke-33 saat menjamu Persik Kediri di Stadion H Agus Salim Padang.
Dengan begitu, Semen Padang FC harus berjibaku menghadapi Arema FC pada laga terakhir nantinya agar tetap bertahan di Liga 1 Infonesia musim depan agar tidak mengalami degradasi ke Liga 2.
1. Babak pertama

Sejak awal dimulainya laga, Semen Padang FC terus mencoba melakukan tekanan ke arah pertahanan Persik Kediri melalui berbagai lini. Tapi, anak-anak dari Bukit Karang Putih itu kecolongan satu gol dari tamunya pada menit ke-12 melalui tendangan hebas yang dieksekusi oleh Ze Valente.
Tendangan yang menusuk ke arah kanan bawah gawang tidak mampu ditepis oleh sang penjaga gawang, Arthur Augusto yang selalu tampil perkasa. Setelah keunggulan Persik Kediri, Semen Padang FC semakin meningkatkan intensitas permainan dan mencoba mengejar ketertinggalannya.
Sorak-sorai penonton dan suporter yang memenuhi Stadion menambah semangat juang para pemain Semen Padang FC untuk bisa menciptakan gol penyeimbang. Berbagai pekuang diciptakan oleh masing-masing pemain. Striker tunggal Semen Padang FC, Bruno Gomes mendapatkan beberapa umpan manja dari rekannya.
Selain peluang dari serangan yang diatur, Semen Padang FC juga memperoleh berbagai peluang dari service bola mati. Tapi, peluang tersebut tidak bisa dimaksimalkan untuk menjadi gol.
Pada menit akhir babak pertama, Semen Padang FC kembali memperoleh peluang dari bola mati yang dieksekusi oleh Riki Ahriansyah. Bola yang melambung tinggi itu disundul oleh Kim Mingyu, tetapi masih melebar di sisi kiri gawang. Hingga berakhirnya babak pertama, Semen Padang FC masih belum mampu menciptakan gol penyeimbang ataupun untuk memperoleh kemenangan.
2. Babak kedua
Dengan beban berat pada babak kedua, pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida langsung melakukan pergantian pemain untuk bisa memaksimalkan serangan agar bisa menciptakan gol.
Edu menarik keluar Dodi Alexvan Djin dan digantikan oleh Irkam Mila untuk memaksimalkan lini serang sayap kirinya. Hal itu terbukti berhasil, Semen Padang FC berhasil menciptakan peluang yang cukup gemilang. Sebuah peluang tercipta dari sepak pojok yang dieksekusi oleh Felipe Chaby. Peluang itu masih belum bisa menciptakan gol penyeimbang bagi tim berjulukan Kabau Sirah itu.
Pada kesempatan yang sama, Semen Padang FC kembali mendapatkan peluang lewat lemparan kedalam yang diambil oleh Rosad Setyawan. Lemparan ke dalam yang diterima Kim Mingyu itu masih belum bisa membuat sebuah peluang emas untuk terciptanya gol penyeimbang.
Tapi, anak asuh Eduardo Almeida itu terus melakukan tekanan ke jantung pertahanan Persik Kediri yang kokoh dan sulit untuk ditembus itu. Menit ke-61, Semen Padang FC akhirnya berhasil memperoleh gol penyeimbang melalui sepakan keras Bruno Gomes yang langsung bersarang ke gawang Persik Kediri.
Bola liar usai tepisan penjaga gawang tersebut mampu dimaksimalkan oleh pemain asal Portugal itu hingga terciptanya sebuah gol yang sudah dinanti-nanti sebelumnya. Meskipun telah berhasil mengimbangi pertandingan, Semen Padang FC terus mencoba untuk menciptakan peluang agar bisa memperoleh kemenangan pada laga penting tersebut.
Sorak-sorai suporter terus menggema di setiap penjuru Stadion H Agus Salim Padang yang seketika juga menambah semangat para pemain. Meskipun begitu, serangan yang dilesatkan masih mampu dibendung oleh pemain bertahan Persik Kediri.
Persik Kediri yang mengharapkan kemenangan pada laga tersebut terus mencoba melesatkan serangan ke arah pertahanan Semen Padang FC. Hingga akhir pertandingan, skor tetap imbang
3. Pergantian tak terduga

Sebuah pergantian pemain yang dilakukan oleh Rduardo Almeida cukup mengejutkan belasan ribu pasang mata yang ada di Stadion H Agus Salim Padang. Pada menit 82, Eduardo Almeida menarik keluar Firman Juliansyah dan memasukkan Muhammad Ikbal yang sudah lama tidak merumput usai cedera saat pertengahan musim lalu.
Ikbal yang sudah kembali dari cederanya menggunakan topeng khusus untuk pengaman wajahnya yang pernah cedera karena benturan dengan pemain lawan. Dengan memasukkan Ikbal di lini tengah, diharapkan akan bisa memaksimalkan lini serang Semen Padang FC yang kerap buntu di area jantung pertahanan Persik Kediri.















