Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Diskusi dengan Owner, Pemain SFC: Kami Harus Nafkahi Anak Istri

Diskusi dengan Owner, Pemain SFC: Kami Harus Nafkahi Anak Istri
Reaksi Pemain Sriwijaya FC, Kala Digi Asia Ajak Diskusi Soal Gaji (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Intinya Sih
  • Pemain Sriwijaya FC mogok berlaga dan walk out dari ruang diskusi karena belum dibayarkan gaji dan DP.
  • Manajemen Sriwijaya FC mengakui kondisi keuangan minus dan tidak bisa membayar hak para pemain hingga akhir tahun.
  • Jika pemain mogok berlaga, Sriwijaya FC akan kalah walk out (WO) dan terancam sanksi serta mundur dari Liga 2.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Pemain Sriwijaya FC (SFC) berkesempatan bertemu owner PT Digi Sport Asia Alexander Rusli selaku pengelola, di Majestic Hotel Palembang, Jumat (13/12/2024). Pertemuan itu sekaligus diskusi untuk membahas persoalan gaji dan persiapan menghadapi PSPS Pekanbaru, Sabtu (14/12/2024).

Namun cara tersebut tidak menghadirkan solusi dan skuad Laskar Wong Kito, dan tetap konsisten menyatakan untuk mogok berlaga dan tidak ingin bertanding di Stadion Gelora Sriwijaya (GSJ) Jakabaring, selaku tuan rumah besok (Sabtu).

1. Digi Asia harap pemain Sriwijaya FC bersabar soal tunggakan gaji

Pemain Sriwijaya FC musim 2024/2025 (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Pemain Sriwijaya FC musim 2024/2025 (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Saat pertemuan, semua pemain tetap menuntut hak berupa gaji dan pembayaran DP. Namun Alexander Rusli selaku pihak manajemen dan pemegang saham Sriwijaya FC sebesar 38 persen, masih belum bisa membayarkan hak dari para pemain.

"Mohon bersabar, kita sama-sama berjuang. Kami tidak akan lepas dari tanggung jawab," kata Alex.

Dia menegaskan kepada para pemain akan membayar, tetapi setelah akhir tahun. Karena katanya, semua bantuan sponsor telah habis untuk membayar pajak dan saat ini kondisi keuangan Sriwijaya FC minus. "Kita tidak ada uang bos, untuk bayar pemain. Uang kita diambil pajak semua," jelasnya

2. Pemain Sriwijaya FC emosional saat bertemu owner Digi Asia

Reaksi Pemain Sriwijaya FC, Kala Digi Asia Ajak Diskusi Soal Gaji
Reaksi Pemain Sriwijaya FC, Kala Digi Asia Ajak Diskusi Soal Gaji

Mendengar pernyataan Alex, sejumlah pemain menunjukkan kekecewaan. "Kami belum kasih anak istri uang karena belum dibayar dan digaji," kata pemain nomor 12, Bima Reksa.

Kemudian kata pemain senior Abanda Rahman menimpal, "Tolong bayarkan hak-hak kami sebelum lawan PSPS," jelas dia.

Reaksi pemain pun makin emosional, momen diskusi yang diharapkan kondusif justru menimbulkan keributan. Abanda mewakili teman-temannya, mengungkapkan kekecewaan lagi.

"Kami di sini semua sudah sepakat, tidak akan main jika itu belum dibayarkan. Kami ini punya anak istri, orang tua, punya keluarga yang harus kami nafkahi," jelasnya sembari meninggalkan forum diskusi dan keluar dari ruangan.

3. Sriwijaya FC dibayangi sanksi Rp3 miliar

Pemain Sriwijaya FC musim 2024/2025 (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Pemain Sriwijaya FC musim 2024/2025 (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Apabila pemain benar-benar mogok berlaga di laga kontra PSPS Pekanbaru, secara otomatis tim kehilangan 3 poin dengan status Sriwijaya FC kalah walk out (WO). Kerumitan itu sekaligus membuat klub kena sanksi dan secara tidak langsung harus mundur dari Liga 2.

Merujuk regulasi Kompetisi Liga 2 musim 2024/2025 pasal 7 terkait pengunduran diri setelah kompetisi dimulai, akan ada konsekuensi sanksinya. Risiko tersebut salah satunya denda sebesar Rp3 miliar apabila mengundurkan diri pada putaran 2 atau putaran final.

Kemudian sesuai regulasi, klub yang mengundurkan diri dapat dilaporkan ke Komite Disiplin Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk mendapatkan sanksi tambahan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Feny Maulia Agustin
Hafidz Trijatnika
Feny Maulia Agustin
EditorFeny Maulia Agustin
Follow Us

Latest Sport Sumatera Selatan

See More