Comscore Tracker

Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Disiksa Saat Diksar UKMK

Korban ditelanjangi, disundut, dan wajahnya bengkak

Palembang, IDN Times - Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah geger dengan kasus penyiksaan terhadap mahasiswa. Peristiwa penyiksaan tersebut terjadi saat Pendidikan Dasar (Diksar) Unit Kegiatan Mahasiswa Khusus (UKMK), hingga membuat korban berinisial APL mengalami luka-luka.

“Dia susah berjalan, kakinya pincang dan wajahnya bengkak akibat penyiksaan saat Diksar,” ungkap rekan korban MRK, Senin (3/10/2022.

Baca Juga: Orangua Tersangka dan Korban Santri Gontor Bertemu di Palembang

1. Korban dijemput sehari sebelum Diksar selesai

Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Disiksa Saat Diksar UKMKilustrasi kekerasan pada anak/perempuan (IDN Times/Nathan Manaloe)

Korban merupakan mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora angkatan 2021. Saat itu Diksar berlangsung selama empat hari, sejak 29 September hingga 2 Oktober 2022. MRK tak mengikuti Diksar, tetapi dirinya bersama orangtua korban menjemput ke lokasi yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Gandus, Palembang.

“Saya mengabari orangtua korban dan menjemput di hari ketiga kegiatan Diksar,” jelas dia.

Baca Juga: Mahasiswa UIN Raden Fatah Korban Kekerasan Saat Diksar Pilih Damai

2. Korban juga ditelanjangi panitia dan disundut

Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Disiksa Saat Diksar UKMKIlustrasi kekerasan (IDN Times/Sukma Shakti)

Saat dijemput pihak keluarga bersama tim dari Polsek Gandus, keluarga yakin jika korban ALP mengalami penyiksaan berat saat menjalani kegiatan kampus oleh panitia.

“Korban juga disundut dengan rokok. Lalu korban diduga ditelanjangi oleh sejumlah panitia,” ujar dia.

3. Korban dilarikan ke rumah sakit setelah kejadian

Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Disiksa Saat Diksar UKMKPexels.com/Alex Green

Kasus penyiksaan ini berawal dari sikap korban yang berkomentar soal dirinya bergabung di UKMK tersebut. Korban sempat mempertanyakan Diksar yang seharusnya berlangsung di Bangka sesuai yang dijanjikan, namun berubah ke Gandus Palembang.

“Korban diminta uang pendaftaran Diksar Rp300.000, dan diminta membawa bekal sendiri selama Diksar,” jelas dia.

Saat ini korban masih dirawat secara intensif di rumah sakit Hermina Palembang. “Korban trauma dan juga takut masuk kuliah,” tutup dia.

Baca Juga: Sejoli di Palembang Jajakan Anak Bawah Umur Lewat MiChat

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya