Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jemaah Masjid Hizbut Tahrir Banyuasin Gelar Salat Idul Fitri Lebih Awal

Jemaah Masjid Hizbut Tahrir Banyuasin Gelar Salat Idul Fitri Lebih Awal
Dokumen Grup Jaringan HTI di Palembang
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
  • Sejumlah warga Banyuasin, Sumatra Selatan, melaksanakan Salat Idul Fitri 2026 lebih awal pada Kamis, 19 Maret 2026, di Masjid Mustanir Jakabaring dengan mengikuti metode rukyat global Timur Tengah.

  • Imam Besar Syahrul Musta'in menjelaskan penetapan 1 Syawal berdasarkan rukyat global yang melihat hilal di Afghanistan dan Turki, sesuai pendapat mazhab Hanafi, Hambali, dan Maliki.

  • Jemaah Islam Kaffah memulai puasa sejak 18 Februari 2026 karena hilal terlihat di beberapa negara Timur Tengah dan kini menuntaskan puasa selama 30 hari sebelum merayakan Idul Fitri.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Sejumlah masyarakat di Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan sudah mulai melaksanakan Salat Idul Fitri 2026 dan merayakan Lebaran hari ini, Kamis (19/3/2026). Terpantau, sebagian warga telah memadati Masjid Mustanir Jakabaring sejak pagi sekitar pukul 08:00 WIB untuk menjalani rangkaian ibadah salat sunnah ied.

Jemaah tersebut mengikuti pelaksanaan Salat Idul Fitri 2026 di Jalan Gubernur H.A Bastari, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin dengan mengikuti metode rukyat global Timur Tengah.

1. Jemaah melaksanakan salat Id lebih dulu merupakan Jemaah Islam Kaffah

Dokumen Grup Jaringan HTI di Palembang
Dokumen Grup Jaringan HTI di Palembang

Menurut Imam Besar Masjid Mustanir, Syahrul Musta'in, sesuai dengan mazhab, jemaah yang merayakan Idul Fitri merupakan Jemaah Islam Kaffah atau Hizbut Tahrir. Seluruh jemaah secara serentak di tingkat nasional dan dunia yang tersebar di 60 negara mengikuti rukyat global tersebut.

"Kami melaksanakan salat Idul Fitri 1446 Hijriah lebih awal karena telah menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari ini," kata dia.

2. Sebut hilal sudah terlihat pada Rabu (18/3/2026) waktu magrib

Dokumen Grup Jaringan HTI di Palembang
Dokumen Grup Jaringan HTI di Palembang

Ia menyampaikan perayaan Lebaran mengikuti rukyat global berdasarkan pendapat tiga mazhab. Yakni, Imam Hanafi, Hambali, dan Maliki yang menyatakan bahwa apabila hilal telah terlihat di suatu negeri, maka negeri lain dapat mengikutinya.

"Pada Rabu (18/3/2026) saat Magrib, hilal telah terlihat di sejumlah wilayah di Afghanistan berdasarkan kesaksian masyarakat Muslim setempat. Hilal juga dilaporkan terlihat di Turki," jelasnya.

3. Jemaah Islam Kaffah memulai puasa lebih awal pada 18 Februari 2026

Dokumen Grup Jaringan HTI di Palembang
Dokumen Grup Jaringan HTI di Palembang

Syahrul Musta'in menegaskan, dalam kitab Al-Ijma ada hadis yang ditulis oleh Ibnu Hubairoh (560 H) yang berisi bahwa para imam mazhab sepakat, ketika bulan sabit telah terlihat di suatu negeri, maka wajib puasa atas seluruh penduduk dunia.

"Namun, sebagian ulama Syafi'iyah berpendapat hukum tersebut hanya mengikat wilayah yang berdekatan," katanya.

Saat ini, lanjut Syahrul Musta'in, jemaah Islam Kaffah telah menyelesaikan ibadah puasa karena memulai puasa lebih awal pada 18 Februari 2026. Seperti hal penentuan hilal, dalam menentukan awal puasa, Islam Kaffah juga menggunakan rukyat global.

"Kami sudah berpuasa sejak 18 Februari karena hilal telah terlihat di Makkah, Bahrain, Qatar, dan lainnya, sehingga hari ini genap 30 hari,"jelas dia.

Menurutnya, sebagian besar umat Islam yang mengikuti penetapan di Makkah akan menggenapkan puasa menjadi 30 hari karena hilal tidak terlihat.

"Rukyat di Makkah tidak terlihat, sehingga disempurnakan menjadi 30 hari," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More