Wisata Musi Cruise di Sungai Musi Setop Operasional

- Pemerintah kota Palembang menyetop operasional Musi Cruise karena kondisi kapal yang tidak layak berlayar sementara waktu.
- Musi Cruise sebelumnya bernama Putri Kembang Dadar dan diresmikan pada Januari 2025 dengan tarif promosi Rp5 ribu per orang.
- Pemkot Palembang berencana menggandeng pemerintah pusat dan swasta untuk pengadaan kapal wisata baru agar Sungai Musi tetap dapat dinikmati masyarakat dan wisatawan.
Palembang, IDN Times - Wisata kapal pesiar Musi Cruise di Sungai Musi Palembang kini setop operasional. Penyetopan itu disebut pemerintah kota hanya berlangsung sementara. Sebab, kapal tersebut dalam kondisi kerusakan cukup parah.
“Saya cek kondisinya sudah tidak layak lagi (operasional), sehingga saya minta untuk diistirahatkan terlebih dahulu," ujar Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Rabu (21/1/2026).
1. Musi Cruise diluncurkan Januari 2025

Sebelum menetapkan wisata kapal Musi Cruise setop operasional, kata dia, Pemkot Palembang telah terlebih dahulu meninjau dan mengecek armada. Setelah diperiksa, kapal tersebut tidak bisa berlayar sementara waktu.
Diketahui, Musi Cruise sebelumnya beroperasi sejak awal Januari 2025 setelah diresmikan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang Cheka Virgowansyah. Saat diluncurkan, kapal itu menawarkan tarif promosi Rp5 ribu per orang untuk menarik minat wisatawan ke Sungai Musi.
2. Musi Cruise sebelumnya bernama Putri Kembang Dadar

Sebelum menggunakan nama Musi Cruise, kapal pesiar ini bernama Putri Kembang Dadar. Nama tersebut kemudian diubah sebagai bagian dari upaya promosi wisata sungai di Palembang. Kapal ini dijadwalkan beroperasi tiga kali sehari dengan kapasitas mencapai 100 penumpang.
Meski demikian, seringnya kerusakan teknis membuat kapal tersebut dinilai tidak lagi aman dan representatif untuk melayani wisatawan.
3. Pemkot cari bantuan swasta untuk wisata air di Palembang

Ke depan, Dewa menyatakan Pemkot Palembang berencana melakukan pengadaan kapal wisata baru dengan menggandeng pemerintah pusat maupun pihak swasta, agar wisata Sungai Musi tetap dapat dinikmati masyarakat dan wisatawan.
“Sambil berjalan, kita akan mencoba mencari bantuan ke tingkat pusat agar ke depan bisa membeli kapal pesiar yang benar-benar representatif,” ujarnya.
Dalam pengelolaannya nanti, Pemerintah Kota Palembang juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta sebagai operator kapal wisata.


















