Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Target Produksi 160 Ribu Ton, Serapan Beras Banyuasin Baru 26 Ribu Ton
(Pexels.com/@Safari Consoler)
  • Realisasi penyerapan beras dari petani di Banyuasin hanya 26 ribu ton dari target 160 ribu ton.
  • Masa panen baru di Banyuasin, sementara wilayah lain di Sumsel Babel akan menunggu jadwal panen.
  • Petani di Banyuasin diminta meningkatkan kualitas hasil Gabah Kering Panen (GKP) agar produksi lebih maksimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Perum Bulog Sumsel dan Babel mencatatkan realisasi penyerapan beras dari hasil produksi petani di Banyuasin diangka 26 ribu ton dari target yang harus direalisasikan sebanyak 160 ribu ton.

"Jumlah gabah yang telah diserap dari petani mencapai 22 ribu ton dan beras mencapai 16 ribu ton. Sehingga jika ditotal setara beras, realisisasi penyerapan 26 ribu ton," kata Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumsel Babel Heriswan, dikutip Kamis (13/3/2025).

1. Serapan beras selanjutnya ke OKU Timur

Ilustrasi beras seberat 2,5 kg liter yang ditakar dalam wadah (pixabay.com/allybally4b)

Realisasi serapan baru di Banyuasin, karena katanya, baru kabupaten itu yang memasuki masa panen. Sementara wilayah lain di Sumsel Babel akan menunggy jadwal panen dan akan dilanjutkan setelah ini.

"Kita lanjut nanti ke OKU Timur, kemudian Lubuk Linggau, intinya se-Sumsel Babel kita akan serap semua," jelasnya.

2. Bulog beli beras dari Banyuasin Rp6.500 per kg

(Pexels.com/@VINVIVU)

Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto menambahkan, sebaiknya petani di Banyuasin bisa meningkatkan kualitas hasil Gabah Kering Panen (GKP). Sehingga katanya, produksi dapat lebih maksimal.

"Kita sosialisasikan kepada petani, khususnya di Desa Karang Anyar, Banyuasin, ini agar melakukan budidaya yang baik. Nanti, dibeli Bulog dengan harga Rp6.500 per kilogram," kata dia.

3. Pengambilan beras di Banyuasin sistem jemput pakai tongkang

ilustrasi beras (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Prihasto menyampaikan, mekanisme penyerapan gabah milik petani di wilayah perairan seperti Banyuasin akan dilakukan dengan penjemputan langsung ke petani untuk kemudian diangkut menggunakan tongkang.

"Namun, terlebih dahulu petani perlu menghubungi Bulog dan kemudian meletakkan gabah yang sudah ada di pinggir sungai untuk selanjutnya akan diambil oleh Bulog," jelasnya.

Meski saat pengambilan akan ada kesulitan, apalagi berlangsung di daerah perairan yang dipengaruhi curah hujan dan pasang surut air, Bulog menjamin pengangkutan tetap akan dilakukan.

Editorial Team

Related Article