Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Angkut 40 Siswa, Perahu di Mentawai Terbalik saat Pulang Sekolah
Siswa di Mentawai tenggelam saat pulang sekolah (Foto: Istimewa)
  • Sekitar 40 siswa SMAN 1 Pagai Utara Selatan tenggelam setelah perahu penyeberangan dari Pulau Pagai ke Pulau Sikakap terbalik saat pulang sekolah, Selasa (13/10/2026).

  • Cuaca kurang baik dan muatan perahu diduga menjadi penyebab insiden. Siswa dievakuasi pemilik perahu lain di muara, tanpa korban jiwa.

  • Insiden serupa disebut kerap terjadi setiap tahun. Siswa mengalami trauma, sementara ponsel mereka rusak sehingga sekolah meminjamkan ponsel guru untuk try out TKA.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Padang, IDN Times - Puluhan siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pagai Utara Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat menjadi korban perahu terbalik saat pulang sekolah pada Selasa (13/10/2026).

"Ada sekitar 40 siswa yang kemarin terbalik saat pulang sekolah naik perahu penyeberangan yang merupakan moda transportasi di sini," kata Kepala Sekolah SMAN 1 Pagai Utara Selatan, Kristin, saat dihubungi IDN Times, Rabu (14/10/2026).

1. Perahu terbalik

Siswa di Mentawai tenggelam saat pulang sekolah (Foto: Istimewa)

Kristin mengatakan, perahu yang mengangkut siswa untuk menyeberang dari Pulau Pagai ke Pulau Sikakap tersebut terbalik saat membawa siswa yang baru pulang sekolah.

"Kemarin itu cuaca memang kurang bagus. Mungkin karena isinya terlalu banyak yang membuat perahu itu terbalik," katanya.

Menurutnya, para siswa yang masuk ke dalam air laut di selat tersebut dievakuasi oleh pemilik perahu lainnya yang ada di muara saat melihat kejadian tersebut.

"Beruntungnya tidak ada anak-anak yang menjadi korban dalam kejadian kemarin itu," lanjutnya.

2. Bukan kejadian pertama

Siswa di Mentawai tenggelam saat pulang sekolah (Foto: Istimewa)

Kristin mengatakan bahwa kejadian perahu terbenam tersebut bukan kali pertama terjadi saat siswa berangkat atau pulang sekolah di daerah tersebut.

"Udah sering terjadi untuk yang seperti ini. Setiap tahunnya memang ada kejadian seperti ini yang membuat anak-anak bahkan tidak bisa ke sekolah," lanjutnya.

Ia berharap ada solusi yang diberikan agar kejadian yang sama tidak terus terulang dan siswa tidak perlu khawatir akan tenggelam saat menuju sekolah.

3. Siswa trauma

Siswa di Mentawai tenggelam saat pulang sekolah (Foto: Istimewa)

Kristin mengatakan bahwa saat ini para siswa yang menjadi korban dalam kejadian tersebut merasakan trauma. Tapi para siswa tetap berangkat ke sekolah.

"Karena, hari ini kami mengadakan try out Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang mewajibkan siswa menggunakan handphone juga," katanya.

Dalam try out tersebut, menurut Kristin, handphone yang seharusnya digunakan oleh siswa sudah rusak pada kejadian itu, dan siswa sulit untuk mengikuti ujian yang akan dilaksanakan.

"Hari ini kami meminjamkan handphone guru agar siswa bisa mengikuti try out," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article