Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

15 Hari Padamkan Karhutla, Relawan Sumsel Keluhkan Honor Belum Cair

Kota Palembang
3 min read
15 Hari Padamkan Karhutla, Relawan Sumsel Keluhkan Honor Belum Cair
Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
  • Relawan karhutla Sumsel mempertanyakan honor yang belum diterima setelah 15 hari bertugas, meski Gubernur Herman Deru menjanjikan Rp150 ribu per hari.

  • BPBD Sumsel mengakui pembayaran sebagian relawan belum cair karena proses administrasi anggaran daerah, bukan penahanan dana oleh pemerintah.

  • Sebanyak 102 relawan, mayoritas mahasiswa dan karang taruna, dikerahkan ke OKI; BPBD menargetkan pembayaran Rp4,5 juta per relawan diproses dalam satu-dua hari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Sejumlah relawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan (Sumsel) mempertanyakan kejelasan pembayaran honor setelah 15 hari bertugas memadamkan api. Sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru menjanjikan honor Rp150 ribu per hari bagi warga yang terlibat penanganan karhutla.

Keluhan tersebut mencuat setelah akun Facebook Ipan Cebol menyampaikan protes melalui media sosial. Ia mempertanyakan kejelasan pembayaran honor relawan.

"Bapak Herman Deru yang terhormat, mana gaji honor kami yang ikut menjadi relawan karhutla selama 15 hari ini belum dibayar. Sudah seminggu kami belum dapat honor. Mana, Pak, duit Rp100 miliar, sedangkan kami belum dapat hak honor kami," tulisnya, Selasa (13/10/2026).

  1. 1. BPBD akui ada honor relawan belum dibayarkan

    Demonstrasi mahasiswa di Palembang menuntut keseriusan pemerintah dalam penanganan karhutla
    Demonstrasi mahasiswa di Palembang menuntut keseriusan pemerintah dalam penanganan karhutla (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Menanggapi protes relawan karhutla, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, M Iqbal Alisyahbana membenarkannya. Namun, ia menegaskan keterlambatan bukan berasal lantaran pemerintah sengaja menahan pembayaran, melainkan berkaitan dengan proses administrasi anggaran daerah.

    Menurut Iqbal, pembayaran honor relawan harus melalui mekanisme administrasi sebelum dana dapat disalurkan. "Itu bukan belum dibayar, tapi karena menggunakan anggaran daerah butuh ada proses untuk diberikan," ungkap Iqbal kepada IDN Times.

  2. 2. Sebanyak 102 relawan dikerahkan ke OKI

    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
    Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Iqbal mencatat, terdapat 102 relawan yang mendaftar melalui BPBD Sumsel untuk membantu pemadaman karhutla. Mereka berasal dari kalangan mahasiswa dan anggota karang taruna. Para relawan ditempatkan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), salah satu wilayah yang menjadi lokasi penanganan karhutla di Sumsel. Mereka bertugas di titik kebakaran maupun posko-posko penanganan karhutla.

    "Mereka ditempatkan di OKI, di titik kebakaran dan posko-posko karhutla. Kebanyakan dari mahasiswa dan karang taruna," jelasnya.

    Perekrutan relawan dilakukan setelah Gubernur Sumsel Herman Deru membuka kesempatan bagi warga untuk terlibat dalam penanganan karhutla. Kebijakan tersebut disertai janji pemberian honor Rp150 ribu per hari bagi relawan yang bertugas. "Selain melalui BPBD Sumsel, masyarakat juga mendaftar melalui BPBD di tingkat kabupaten dan kota," jelasnya.

  3. 3. BPBD janji honor cair dalam 2 hari

    Kondisi kabut asap yang melanda kota Palembang menutup ikon kota Jembatan Ampera
    Kondisi kabut asap yang melanda kota Palembang menutup ikon kota Jembatan Ampera (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Iqbal memastikan honor relawan yang belum dibayarkan akan segera diproses. Ia menargetkan pembayaran dapat dilakukan dalam satu hingga dua hari ke depan.

    Menurutnya, relawan memperoleh alokasi Rp150 ribu per hari untuk honor dan Rp150 ribu per hari untuk uang makan. Dengan demikian, total yang diterima setiap relawan mencapai Rp300 ribu per hari.

    Untuk masa tugas 15 hari, setiap relawan berhak menerima total Rp4,5 juta, terdiri Rp2,25 juta untuk honor dan Rp2,25 juta untuk uang makan.

    "Mungkin dalam satu dua hari ini diproses dan akan dibayarkan. Rincian honornya, Rp150 ribu gaji dan Rp150 ribu uang makan. Jadi semua berproses, nanti dibayarkan 1-2 hari ini," jelasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More