Palembang, IDN Times - DPW Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumatra Selatan (Sumsel) menyoroti arah kebijakan pembangunan karet nasional dinilai terlalu berfokus pada hilirisasi. Langkah itu dianggap mengabaikan persoalan mendasar di sektor hulu, yakni ketersediaan bahan baku yang terus menurun.
"Sebagian besar kebun karet rakyat saat ini sudah memasuki usia tidak produktif, rentan terhadap hama dan penyakit. Tanpa peremajaan yang masif, produksi akan terus menurun dan tidak mampu memenuhi kebutuhan industri," jelas Sekretaris DPW Apkarindo Sumsel, Rudi Arpian, kepada IDN Times, Sabtu (4/4/2026).
