Pembangunan Huntap Korban Bencana di Padang Dimulai Senin Besok

- Lokasi Huntap telah diverifikasi oleh Badan Geologi Nasional untuk memastikan kelayakan dan keamanannya dari bencana seperti gempa, tsunami, dan banjir.
- Akan dibangun 209 unit rumah tipe 36 dengan luas tanah 78 meter persegi untuk korban banjir di Padang.
- Rumah akan memiliki konsep couple, dimana dua unit rumah akan dibuat menjadi satu dengan jarak antar rumah sekitar satu meter.
Padang, IDN Times - Pemerintah Kota Padang menyatakan siap untuk membangun Hunian Tetap (Huntap) bagi warga yang menjadi korban bencana banjir bandang pada akhir November 2025 hingga awal Januari 2026.
"Sebagai bentuk perhatian kami kepada korban banjir bandang akhir November lalu, kami membangun huntap bagi mereka yang terdampak," kata Asisten II Setdako Padang, Didi Aryadi.
Didi mengatakan, huntap akan dibangun di atas tanah milik Pemkot Padang yang berada di Bumi Perkemahan Pramuka, Balai Gadang.
1. Sudah lakukan verifikasi

Didi mengatakan, lokasi tempat huntap telah melewati tahapan verifikasi Badan Geologi Nasional terkait kelayakan lokasi yang bebas dari bencana.
"Verifikasi yang dilakukan mulai dari kondisi tanah terbilang layak dan aman dari gempa. Termasuk aman dari tsunami karena berada di ketinggian," katanya
Menurutnya, lokasi yang dipilih tersebut sudah masuk kategori lokasi hijau dan jauh dari ancaman banjir karena terletak cukup jauh dari sungai.
2. Berapa unit rumah yang akan dibangun?

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Kota Padang, Tri Hadiyanto mengatakan akan membangun rumah sebanyak 209 unit untuk korban banjir.
"Untuk luas tanahnya di sini seluas 2,9 hektare. Kami memperkirakan dengan luas tanah ini bisa nanti bisa dibangun sebanyak 209 unit rumah," katanya.
Tri mengungkapkan, rumah yang akan dibangunkan adalah rumah tipe 36 dengan luas tanah 78 meter persegi yang akan diberikan untuk setiap kepala keluarga terdampak bencana.
3. Ini konsep pembangunan rumah

Tri mengatakan, konsep pembangunan rumah akan sedikit berbeda dari rumah pada umumnya yang memiliki jarak pada setiap unitnya.
"Konsep bangunannya couple, dua unit rumah akan dibuat jadi satu. Jarak antar rumah tersebut nantinya akan dibuat sekitar satu meter," katanya.
Tri mengatakan, pembangunan rumah akan dimulai pekan depan. Tepatnya Senin (26/1/2026) mendatang dan akan dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi.
















