Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anggota DPR RI Komisi VII, Ir. Bambang Haryo Soekartono saat meninjau ke Pelabuhan TAA, Banyuasin, Sumsel/Dok. Humas DPR RI
  • Pendangkalan perairan Pelabuhan Tanjung Api-api di Banyuasin, terutama saat surut, menyulitkan kapal besar bersandar dan dinilai membahayakan keselamatan penyeberangan Sumatra Selatan-Bangka Belitung.

  • Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendesak Kementerian Perhubungan dan instansi terkait segera mengeruk serta menormalisasi alur pelayaran, sesuai kewajiban dalam UU Pelayaran.

  • Pelabuhan TAA hanya mengoperasikan satu dermaga untuk hingga 10 kapal; menjelang Nataru, kesiapan armada, edukasi penumpang, anggaran, dan personel penyelamat diminta diperkuat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Alur pelayaran di sekitar Pelabuhan Tanjung Api-api mengalami pendangkalan, terutama saat air surut, sehingga kapal besar sulit bersandar dan keselamatan transportasi laut terancam.
  • Who?
    Anggota DPR RI Komisi VII Bambang Haryo Soekartono meminta Kementerian Perhubungan, Distrik Navigasi, dan Balai Wilayah Sungai melakukan pemeliharaan serta pengerukan alur.
  • Where?
    Pendangkalan terjadi di perairan sekitar dermaga Pelabuhan Tanjung Api-api di Banyuasin, Sumatra Selatan, yang melayani penyeberangan Sumatra Selatan-Bangka Belitung.
  • When?
    Kondisi tersebut disoroti saat Bambang Haryo Soekartono meninjau Pelabuhan Tanjung Api-api dalam kunjungan kerja ke Palembang pada 5–6 November 2026.
  • Why?
    Pengerukan diminta karena pendangkalan menghambat kapal bersandar, berisiko terhadap keselamatan, dan dermaga yang difungsikan saat ini melayani hingga 10 kapal.
  • How?
    Bambang meminta normalisasi alur sesuai kebutuhan kapal, penambahan perhatian terhadap kapasitas dermaga, serta kesiapan armada, regulator, dan tim penyelamat menjelang Nataru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pelabuhan Tanjung Api-api di Banyuasin airnya makin dangkal, jadi kapal besar susah berhenti di dermaga. Bambang Haryo meminta Kementerian Perhubungan segera mengeruk air di sana. Sekarang satu dermaga melayani sampai 10 kapal. Menjelang Natal dan Tahun Baru, tim penyelamat juga diminta siap karena penyeberangan bisa ramai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tantangan pendangkalan di Pelabuhan TAA, perhatian dari wakil rakyat dan keterlibatan berbagai instansi menunjukkan adanya dorongan jelas untuk menjaga keselamatan pelayaran. Kerangka regulasi, sertifikasi petugas dan nahkoda, serta kesiapan tim penyelamat menjadi modal penting dalam memperkuat layanan penyeberangan, terutama menjelang periode angkutan padat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Pelabuhan Tanjung Api-api (TAA) di Banyuasin merupakan satu-satunya dermaga yang diandalkan untuk hilir mudik penumpang dan angkutan barang jalur penyeberangan Sumatra Selatan-Bangka Belitung.

Namun, kondisi perairan sekitar dermaga mengalami pendangkalan, terutama saat air surut. Kondisi tersebut menyulitkan kapal-kapal besar untuk bersandar dan membahayakan keselamatan transportasi laut.

1. Kesulitan bersandar sebabkan bahaya kapal

Pelabuhan Tanjung Api-api (TAA) Banyuasin (IDN Times/Rangga Erfizal)

Melihat keadaan itu, Anggota DPR RI Komisi VII, Ir. Bambang Haryo Soekartono meminta Kementerian Perhubungan RI bersama instansi terkait seperti Distrik Navigasi dan Balai Wilayah Sungai untuk melakukan pemeliharaan alur pelayaran.

"Kapal cukup kesulitan untuk bersandar di dermaga dengan kondisi perairan dangkal. Ini sangat membahayakan keselamatan transportasi. Saya mengharapkan pengerukan segera di perairan sekitar dermaga," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima, Minggu (8/11/2026).

2. Kapasitas dermaga di Pelabuhan TAA tidak ideal

Pelabuhan Tanjung Api-api (TAA) Banyuasin (IDN Times/Rangga Erfizal)

Diketahui, pada 5-6 November 2026, Bambang Haryo Soekartono melakukan kunjungan kerja ke Palembang, termasuk meninjau Pelabuhan TAA di Banyuasin. Bambang menegaskan, kondisi pendangkalan alur yang membahayakan keselamatan transportasi harus segera ditindaklanjuti sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran karena pengerukan merupakan kewajiban negara.

"Pendangkalan ini jangan dibiarkan. Saya melihat dermaga TAA ini tidak dimaksimalkan sama sekali. Pendangkalan adalah tugas Kemenhub sesuai UU Pelayaran, tugas dan kewajiban Ditjen Perhubungan Laut untuk melakukan normalisasi sesuai kebutuhan kapal-kapal yang beroperasi," kata dia.

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan, selain persoalan pendangkalan alur, ketidakseimbangan kapasitas dermaga juga penting diperhatikan. Idealnya, satu dermaga melayani 6 kapal. Namun, di Pelabuhan TAA saat ini, satu dermaga yang difungsikan harus melayani hingga 10 kapal.

"Kita mohon segera direalisasikan karena di TAA ini hanya satu yang difungsikan. Keseimbangan kapal dan dermaga sangat bermanfaat bagi masyarakat pengguna armada kapal," jelasnya.

3. Siapkan keselamatan dan regulator jelang nataru di Pelabuhan TAA

Pelabuhan Tanjung Api-api (TAA) Banyuasin (IDN Times/Rangga Erfizal)

Sementara jelang angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Bambang meminta seluruh stakeholder memastikan kesiapan armada, regulator dan tim penyelamat. Dia mengatakan, kepadatan penyeberangan saat Nataru harus diantisipasi dengan edukasi kepada konsumen serta kesiapan anggaran dan personel penyelamatan, termasuk Basarnas, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dan Pol Air.

"Angkutan Nataru, saya sampaikan konsumen harus diedukasi, tim penyelamat harus kuat. Kita ada Tim Basarnas untuk penyelamatan; ini juga harus diperhatikan, dan kita minta mereka untuk mempersiapkan anggarannya," jelas dia.

Secara regulasi, lanjut Bambang, penyelamatan berada di titik 30 mil, namun di wilayah pesisir 12 mil sudah harus siap siaga.

"Kita sudah ada regulasi berlipat dengan high regulate. Semua petugas sudah memiliki sertifikat. Nahkoda itu paling tidak sudah ada 12 sertifikat. Transportasi laut ini sudah memberikan jaminan keselamatan luar biasa, tinggal edukasi kepada publik harus diperkuat," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article