Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Paus Panjang 12 Meter Mati Terjebak di Bawah Rumah Warga Banyuasin
Bangkai ikan paus di Desa Sungsang (Dok: IDN Times)
  • Paus sepanjang 12 meter ditemukan mati terjebak di bawah rumah panggung warga Sungsang IV, Banyuasin, setelah terbawa arus pasang dan tak bisa keluar saat air surut.
  • Pemerintah daerah bersama Dinas Perikanan dan Kelautan berkoordinasi lintas instansi untuk menangani bangkai paus serta melaporkannya ke pihak pengawasan sumber daya kelautan.
  • Tim terkait akan melakukan identifikasi guna memastikan jenis paus dan mencari tahu penyebab pasti kematiannya di kawasan permukiman tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Seekor paus sepanjang sekitar 12 meter ditemukan mati akibat terjebak di bawah rumah panggung warga di Lorong Yunan, Kelurahan Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II, Banyuasin, Sumsel.

Mamalia laut berukuran raksasa itu diduga terbawa arus saat air laut pasang hingga masuk ke kawasan permukiman, lalu tidak mampu keluar ketika air surut.

"Posisi pausnya terjepit di bawah rumah warga," ungkap Camat Banyuasin II, Riduan, Selasa (30/6/2026).

1. Diduga ikan terjebak di bawah rumah warga

Bangkai ikan paus di Desa Sungsang (Dok: IDN Times)

Riduan menjelaskan, paus yang diperkirakan memiliki bobot mencapai dua ton, tidak dapat diselamatkan karena posisinya terjepit saat debit air terus menurun.

"Dugaan sementara, satwa tersebut tidak mampu menyelamatkan diri setelah terjebak di bawah rumah warga saat air laut surut," ujarnya.

2. Penanganan bangkai paus akan dilakukan lintas instansi

Bangkai ikan paus di Desa Sungsang (Dok: IDN Times)

Penemuan mamalia laut berukuran besar itu menghebohkan warga Sungsang. Sejak malam hingga Selasa pagi, banyak warga mendatangi lokasi untuk melihat langsung paus yang terdampar di bawah rumah panggung tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Banyuasin, Rina Kurniaty, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi untuk menangani bangkai paus. Penanganan akan melibatkan instansi yang berwenang di bidang sumber daya kelautan.

"Rencananya akan kami laporkan ke Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di Jakabaring, Palembang," jelasnya.

3. Jenis paus akan ditelusuri

Bangkai ikan paus di Desa Sungsang (Dok: IDN Times)

Hingga kini, penyebab paus bisa terdampar di kawasan permukiman masih belum diketahui. Pemerintah bersama instansi terkait dijadwalkan melakukan identifikasi untuk memastikan jenis paus dan penyebab kematiannya.

Editorial Team

Related Article