Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menjaga Tekanan Angin Ban, Berapa Idealnya Agar Nyaman Berkendara?

Menjaga Tekanan Angin Ban, Berapa Idealnya Agar Nyaman Berkendara?
ilustrasi memeriksa ban mobil (freepik.com/senivpetro)
Intinya Sih
  • Tekanan angin ban ideal berkisar 30–35 PSI, tergantung jenis mobil, ukuran ban, dan beban kendaraan; informasi biasanya tertera di pintu pengemudi atau buku manual.
  • Tekanan terlalu rendah membuat bahan bakar boros dan ban cepat aus, sedangkan tekanan berlebih mengurangi daya cengkeram serta meningkatkan risiko tergelincir.
  • Pengecekan tekanan sebaiknya dilakukan saat ban dingin minimal dua minggu sekali agar kenyamanan, efisiensi bahan bakar, dan keselamatan tetap terjaga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Tekanan angin pada ban mobil sering dianggap sepele, padahal faktor ini sangat menentukan keselamatan, kenyamanan, hingga efisiensi bahan bakar saat berkendara. Tekanan yang tidak sesuai, baik terlalu rendah maupun terlalu tinggi, dapat berdampak serius pada performa kendaraan.

Berikut IDN Times merangkum seberapa ideal tekanan angin agar nyaman berkendara.

1. Berapa tekanan angin yang ideal?

ilustrasi membersihkan velg ban mobil
ilustrasi membersihkan velg ban mobil (unsplash.com/Julian Hochgesang)

Tekanan angin ban mobil umumnya berada di kisaran 30-35 pounds per square inch (PSI). Namun, angka ini bisa berbeda tergantung jenis mobil, ukuran ban, dan beban kendaraan. Informasi tekanan ideal biasanya tertera pada stiker di pintu pengemudi atau buku manual kendaraan.

Untuk penggunaan harian di dalam kota seperti di Palembang, tekanan standar pabrikan sudah cukup aman. Namun, jika membawa beban berat atau melakukan perjalanan jauh, tekanan bisa ditambah 2-3 PSI dari standar.

2. Dampak tekanan ban terlalu rendah

ilustrasi velg ban mobil
ilustrasi velg ban mobil (pexels.com/Mike Bird)

Ban yang kekurangan angin akan membuat permukaan ban lebih banyak menyentuh jalan. Akibatnya, konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros, van lebih cepat aus di bagian samping, mobil terasa berat saat dikemudikan, serta lebih berisiko pecah ban.

Sebaliknya, tekanan berlebih juga berbahaya karena bisa mengakibatkan daya cengkeram ban berkurang, mobil terasa lebih keras saat melewati jalan rusak, ban aus di bagian tengah, juga risiko tergelincir lebih tinggi, terutama saat hujan.

3. Kapan waktu terbaik untuk mengecek tekanan ban?

ilustrasi ban mobil
ilustrasi ban mobil (pexels.com/Vitali Adutskevich)

Pengecekan tekanan ban sebaiknya dilakukan saat kondisi ban masih dingin, misalnya sebelum kendaraan digunakan di pagi hari. Jika pengecekan dilakukan setelah mobil berjalan, hasilnya bisa lebih tinggi dari tekanan sebenarnya.

Idealnya, tekanan ban dicek minimal dua minggu sekali atau sebelum perjalanan jauh.

4. Pengaruh pada keselamatan dan efisiensi

ilustrasi mengganti ban mobil
ilustrasi mengganti ban mobil (pexels.com/Ron Lach)

Tekanan angin yang tepat tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga menjaga stabilitas kendaraan saat bermanuver dan mengerem. Selain itu, tekanan yang sesuai dapat membantu menghemat bahan bakar hingga beberapa persen.

Menjaga tekanan angin ban sesuai standar bukan hanya soal perawatan kendaraan, tetapi juga menyangkut keselamatan pengemudi dan penumpang. Dengan rutin mengecek tekanan ban, risiko kecelakaan dapat diminimalkan dan performa mobil tetap optimal.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More