Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lindungi Anak dan Remaja, Gubernur Sumsel Terbitkan SE Pencegahan LGBT
Kantor Gubernur Sumsel (IDN TImes/Rangga Erfizal)
  • Pemerintah Sumsel menerbitkan Surat Edaran untuk memperkuat peran daerah dan keluarga dalam mencegah pengaruh konten LGBT terhadap anak dan remaja di dunia digital.
  • Pemprov Sumsel menginstruksikan peningkatan edukasi nilai agama, karakter, serta pengawasan platform digital dan optimalisasi layanan konseling demi perlindungan anak.
  • Gubernur menegaskan pendekatan pencegahan harus edukatif dan menghormati hak anak, dengan sinergi pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat menciptakan ruang digital yang aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Pemerintah Sumatra Selatan (Sumsel) resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) yang ditujukan kepada seluruh bupati, wali kota, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Bumi Sriwijaya. Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah daerah dalam membentengi anak-anak dan remaja dari maraknya konten negatif di dunia maya.

"Surat ini dikeluarkan Gubernur Sumsel untuk penguatan Pemda, keluarga dalam pencegahan LGBT," ungkap Kepala Dinas PPPA Sumsel, M. Zaki Aslam, Senin (13/6/2026).

1. SE dikeluarkan merespons koten LGBT di medsos

Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)

Dalam SE tersebut, Deru menyoroti semakin terbukanya penyebarluasan konten, kampanye, dan promosi LGBT di berbagai platform digital. Pemerintah menilai, masifnya penyebaran konten tersebut berpotensi besar memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda jika tidak diantisipasi secara terpadu.

"Perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan dan penguatan ketahanan keluarga secara terpadu oleh pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat," jelasnya.

2. Pengawasan platform digital harus ditingkatkan

Ilustrasi bendera LGBT (magnific.com/rawpixel.com)

Pemprov Sumsel menginstruksikan pemerintah kabupaten/kota dan OPD terkait untuk memperkuat edukasi nilai agama, karakter, dan norma sosial budaya serta meningkatkan pengawasan terhadap platform digital yang diakses anak-anak.

Selain itu, layanan bimbingan konseling di sekolah dan penguatan UPTD PPA di tingkat provinsi maupun daerah juga diminta dioptimalkan guna meningkatkan perlindungan anak.

3. Kebijakan ini diharapkan ciptakan ruang aman untuk anak

ilustrasi bendera LGBTQ (pexels.com/Gotta Be Worth It)

​Kendati memperketat pengawasan, Gubernur menegaskan bahwa seluruh proses pencegahan dan pembinaan di lapangan wajib mengutamakan pendekatan yang edukatif, persuasif, dan konstruktif. Langkah-langkah yang diambil pun harus tetap menghormati dan memperhatikan perlindungan hak anak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

​Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, sekolah, keluarga, hingga tokoh masyarakat, kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang aman sekaligus mencetak generasi penerus Sumatera Selatan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.

"Diharapkan melalui sinergi antara pemerintah, keluarga, satuan pendidikan, dan seluruh lapisan masyarakat, perlindungan anak dapat berjalan efektif," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article