Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kisah Pengguna Motor Listrik di Palembang di Tengah Efisiensi BBM
Motor Listrik (unsplash.com/ather energy)
  • Penggunaan motor listrik di Palembang mulai diminati anak muda dan pekerja kantoran karena efisiensi biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan motor bensin.
  • Suryo menghemat hingga 56 persen pengeluaran bulanan setelah beralih ke motor listrik, dengan biaya sewa baterai dan pengisian listrik yang lebih murah serta perawatan yang lebih sederhana.
  • Meskipun hemat dan praktis untuk aktivitas harian di dalam kota, motor listrik masih memiliki keterbatasan jarak tempuh sekitar 35–45 kilometer sehingga belum ideal untuk perjalanan jauh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Penggunaan kendaraan listrik di Palembang mulai diminati anak muda dan pekerja kantoran di Palembang. Salah satu kendaraan listrik yang diminati di antaranya motor listrik yang mudah digunakan dan nyaman untuk aktivitas harian.

Meski jumlahnya belum sebanyak kendaraan berbahan bakar minyak (BBM), sejumlah pengguna mengaku beralih karena pertimbangan efisiensi biaya operasional dan perawatan yang lebih rendah.

"Lumayan menghemat biaya operasional pengganti BBM. Selain itu, kendaraan listrik lebih praktis digunakan untuk harian," ungkap salah satu pegawai BUMN bernama Suryo kepada IDN Times, Jumat (3/4/2026).

1. Perbandingan biaya pengeluaran motor bensin dan listrik

ilustrasi mengendarai motor listrik (unsplash.com/JavyGo)

Suryo menjelaskan, sejak beralih ke motor listrik dirinya dapat menghemat pembelian BBM. Dirinya mencatat, sebelum menggunakan kendaraan listrik, dirinya harus mengeluarkan Rp100 ribu per pekan hanya untuk BBM.

Penggunaan motor listrik dinilai lebih hemat dibandingkan dengan motor berbahan bakar bensin. Jika pengeluaran BBM mencapai sekitar Rp400 ribu per bulan, biaya penggunaan motor listrik hanya berkisar Rp175 ribu, yang terdiri dari sewa baterai Rp125 ribu dan biaya pengisian listrik sekitar Rp50 ribu.

Dengan demikian, dirinya mampu menghemat hingga Rp225 ribu per bulan atau sekitar 56 persen dibandingkan dengan menggunakan motor bensin.

"Kalau saya pribadi merasa jauh lebih murah. Terlebih, penggunaan baterai jauh lebih murah karena kita menyewa dari perusahaan motor. Jadi aman dari kerusakan baterai karena sistemnya sewa," ungkap dia.

2. Motor listrik tak perlu perawatan ekstra seperti motor bensin

ilustrasi mengendarai motor listrik (unsplash.com/huang minggui)

Suryo mengaku baru menggunakan sepeda listrik dalam satu tahun terakhir. Keputusan beralih ke kendaraan listrik dilakukan karena kampanye mengenai penggunaan kendaraan listrik yang hemat dan membuatnya lebih tertarik.

"Suara mesin hampir tidak ada, jadi lebih nyaman. Selain itu, perawatannya juga lebih simpel karena tidak perlu ganti oli mesin," jelasnya.

Menurutnya, biaya perawatan kendaraan listrik cenderung lebih rendah dibandingkan dengan motor konvensional, terutama dalam jangka panjang. Dirinya kini tak perlu merasakan antrean pengisian BBM karena telah beralih ke motor listrik.

"Jauh lebih hemat waktu juga kalau di luar karena tak perlu antre BBM. Tetapi memang penggunaannya seperti handphone harus di-charge biar bisa digunakan lagi," jelasnya.

3. Belum jadikan pilihan motor listrik untuk perjalanan jauh

ilustrasi baterai motor listrik (unitedmotor.co.id)

Setelah beralih ke motor listrik. Awalnya, ia berencana mengonversi kendaraan bensin miliknya menjadi motor listrik. Namun, karena masih terbatasnya bengkel yang menyediakan layanan konversi di Palembang, ia akhirnya memutuskan untuk membeli motor listrik baru.

"Memang kalau dibandingkan, motor listrik lebih murah untuk aktivitas di dalam kota ketimbang motor bensin," jelasnya.

Namun, motor listrik juga memiliki sejumlah kendala saat digunakan. Ia mencontohkan, motor listrik miliknya hanya mampu menempuh jarak sekitar 35-45 kilometer dalam sekali pengisian daya. Setelah itu, baterai harus diisi ulang agar kendaraan dapat digunakan kembali.

"Untuk pemakaian jarak jauh saya masih memilih kendaraan bensin karena lebih praktis. Motor listrik hanya untuk penggunaan yang dekat-dekat, di dalam kota," jelanya.

Editorial Team