Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BBM Subsidi Makin Dibatasi, Warga Sekayu Keluhkan SPBU Sering Kosong

BBM Subsidi Makin Dibatasi, Warga Sekayu Keluhkan SPBU Sering Kosong
Sejumlah kendaraan saat mengantri di SPBU Sekayu. (IDN Times/Yuliani)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Faktor keterlambatan distribusi BBM menjadi penyebab stok di SPBU cepat habis

  • Pengendara sampai antre sejak dini hari agar dapat solar

  • Mobil pribadi kini dibatasi maksimal 50 liter per hari

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Musi Banyuasin, IDN Times - ‎Isu kenaikan harga BBM per 1 April 2026 sempat memicu panic buying di sejumlah SPBU yang terletak di Jalinteng Sekayu, Musi Banyuasin (Muba). Kendati tidak terbukti, namun aturan baru yang dikeluarkan BPH Migas berupa kebijakan pembatasan pembelian BBM bersubsidi memicu kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan bensin.

Selama ini masyarakat kerap kesulitan mendapatkan BBM subsidi berupa Pertalite dan Solar di dua unit SPBU yang terletak di Sekayu. Jikapun tersedia, maka harus bersiap ikut antrean panjang yang melelahkan. Terutama di setiap hari-hari besar dan libur nasional.

Diketahui, wilayah Sekayu sendiri merupakan salah satu jalur ramai yang dilintasi kendaraan dari berbagai daerah di Sumsel dan luar provinsi. Selain lonjakan kendaraan, faktor keterlambatan distribusi pasokan BBM juga disebut menjadi penyebab stok di beberapa SPBU cepat habis.

1. Pengendara antre sejak dini hari agar dapat solar

Ilustrasi SPBU.
Ilustrasi SPBU. (IDN Times/Aditya Pratama)

Pembatasan baru BBM subsidi juga memicu kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kenaikan harga di tingkat pengecer alias Pertamini. Pengecer biasanya menjual dengan harga lebih tinggi dibandingkan harga resmi di SPBU.

Rama, salah satu warga Sekayu yang juga sopir ekspedisi mengaku, sebelum bepergian ia harus standby di SPBU Jalan Balai Agung, Serasan Jaya saat dini hari. Sebab hanya SPBU ini yang buka 24 jam dan terletak tepat di jalan lintas.

"Kalau tak antre tengah malam, alamat kehabisan di pagi hari. Itu saja sudah banyak truk yang menginap alias antre nunggu solar datang," ujarnya.

2. Mobil pribadi kini dibatasi maksimal 50 liter per hari

Ilustrasi SPBU.
Ilustrasi SPBU. (IDN Times/Aditya Pratama)

Dirinya sempat menerima kabar terkait isu kenaikan harga BBM per 1 April. Namun hal tersebut tidak terbukti dan harga solar masih normal seperti biasanya.

"Tadi sempat ngobrol sama petugas operator, katanya sekarang makin dibatasi. Sebelumnya mobil pribadi 60 liter per hari, tapi sekarang maksimal 50 liter saja," ucapnya.

Sementara Rama yang membawa kendaraan roda empat angkutan barang tetap 70 liter per hari. Pembatasan tersebut sama seperti sebelumnya dan mereka tetap menggunakan barcode.

"Sebenarnya tidak apa-apa kalau dibatasi, namanya juga BBM subsidi. Tapi tolonglah, jangan langka. Kami heran, padahal daerah penghasil Migas tapi BBM langka. Kalau bisa ditambah kuota dengan Pertamina. Sekayu ini tidak terlalu besar kotanya, tapi kenapa minyaknya susah sekali," keluhnya.

3. Antrean kendaraan selalu ramai di SPBU Merdeka Kecamatan Sekayu

ilustrasi BBM
ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)

Sedangkan di SPBU Merdeka yang terletak di Jalan Merdeka No.531, Serasan Jaya, Sekayu buka pukul 07.00-17.00 WIB. Antrean kendaraan selalu ramai di SPBU yang terletak persis di tengah kota Sekayu ini. Kelangkaan BBM subsidi sering membuat masyarakat kecewa terutama saat hari besar dan hari kerja.

Harmoko, pengawas SPBU Merdeka mengatakan, biasanya BBM baru masuk sekitar pukul 01.00 dini hari sebanyak 24 ton.

"Untuk 24 ton semuanya terbagi dua stasiun motor dan mobil. Ramainya antrian di SPBU kita karena di SPBU satu lagi sering kosong," ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More