Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kematian Janggal Napi Lapas Banyuasin, Polisi Lakukan Penyelidikan

Kematian Janggal Napi Lapas Banyuasin, Polisi Lakukan Penyelidikan
Ilustrasi jenazah. (timlo.net)
Intinya Sih
  • Sandi, napi Lapas Narkotika Banyuasin, ditemukan tak sadarkan diri di kamar mandi dan meninggal setelah dibawa ke rumah sakit, memicu kecurigaan keluarga karena ada memar di tubuhnya.
  • Keluarga melapor ke Polsek Talang Kelapa; polisi telah melakukan visum, memeriksa saksi, dan menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan ada tidaknya unsur pidana.
  • Pihak Lapas Banyuasin menyatakan tengah melakukan penyelidikan internal dan berjanji akan transparan dalam mengungkap penyebab kematian Sandi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Banyuasin, IDN Times - Sandi (29), napi di Lapas Narkoba Kelas II Serong Banyuasin, dilaporkan tewas setelah sempat dibawa ke IGD RS Sukajadi pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 20.40 WIB. Sebelumnya, korban yang merupakan warga Talang Jambe, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin ini disebutkan ditemukan tergeletak di lantai kamar mandi dalam keadaan tak sadarkan diri.

Pihak keluarga lantas menemukan kejanggalan atas kematian tersebut karena mendapati sejumlah memar di tubuh korban. Selanjutnya, keluarga melaporkan peristiwa itu ke Polsek Talang Kelapa agar insiden napi tewas ini ada titik terang.

1. Dari pihak lapas tidak ada pemberitahuan kepada keluarga

Ilustrasi Jenazah.
Ilustrasi Jenazah. (IDN Times/Esti Suryani)

Ayah kandung korban, Arifin, mengatakan dirinya baru mengetahui kabar duka pada Selasa (10/3/2026). Ia mengaku mendapatkan informasi dari rekan satu kamar Sandi dan bukan dari pihak lapas.

“Kawan satu kamar Sandi memberi tahu kami lewat telepon kalau Sandi dibawa ke rumah sakit. Dari pihak lapas tidak ada pemberitahuan kepada keluarga,” ujar Arifin.

Setelah itu, mereka melihat ada memar di telinga, wajah, hidung, tangan, dan kaki korban. Arifin mengaku bingung dengan alasan pihak lapas yang menyebutkan anaknya tewas karena jatuh di kamar mandi. Karena pada siang hari sebelum kejadian, ia masih sempat berkomunikasi dengan anaknya melalui telepon dalam keadaan sehat

"Anak kami tengah menjalani masa tahanan 4,5 tahun. Selama ini kondisinya sehat. Karena itu, kami merasa ada yang janggal dengan kematian anak kami dan langsung membuat laporan ke Polsek," ungkapnya.

2. Jenazah korban sudah divisum di rumah sakit

Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)

Kapolsek Talang Kelapa, Kompol Herli Setiawan, membenarkan menerima laporan dari keluarga korban melalui kuasa hukum mereka ke Polsek Talang Kelapa. Saat ini anggota masih menyelidiki di lapangan apakah ada pidana atau tidak.

"Setelah dilakukan penyelidikan, baru bisa diketahui secara pasti penyebab kematian korban apakah ada unsur pidana atau tidak. Karena sejauh ini kasus yang terjadi di Lapas Narkoba Kelas Ii Banyuasin masih berproses," ujarnya.

Pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian, memeriksa saksi-saksi, serta melakukan visum terhadap jenazah korban di Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang. Setelah proses visum selesai, jenazah korban kemudian dibawa pulang oleh pihak keluarga dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Talang Jambe, Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

"Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap korban dan telah membuat surat pernyataan resmi di atas materai. Kendati demikian, visum luar tetap dilakukan oleh pihak rumah sakit. Saat ini masih melakukan pendalaman dan juga menunggu hasil visum dari RS," jelasnya.

3. Pihak Lapas masih melakukan penyelidikan internal

Ilustrasi lapor polisi.
Ilustrasi lapor polisi. (IDN Times/ Agung Sedana)

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Lapas Narkotika Kelas IIB Serong Banyuasin, Deri Isnan, menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan internal terkait kematian warga binaan tersebut. Namun, Deri belum bisa memberikan kepastian mengenai penyebab tewasnya korban, termasuk dugaan penganiayaan oleh sipir.

"Kami masih melakukan penyelidikan. Jika sudah selesai, hasilnya akan kami sampaikan. Kami akan transparan mengungkap kasus ini," ucapnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More