3 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Palindra, Sopir Truk Kabur

- Kecelakaan maut di Tol Palindra KM 03+050 melibatkan mobil Isuzu Traga dan truk Fuso, menewaskan tiga bersaudara yang sedang menuju Palembang untuk berjualan daging sapi.
- Ketiga korban, Maidi, Rohman, dan Rifat, mengalami luka berat dan meninggal di lokasi dengan kerugian material sekitar 25 juta rupiah akibat kurangnya konsentrasi pengemudi pikap.
- Sopir truk Fuso melarikan diri ke arah Jambi, sementara polisi mengantongi rekaman CCTV dari beberapa titik tol untuk mengidentifikasi pelaku dan menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.
Ogan Ilir, IDN Times - Kecelakaan maut terjadi di Tol Palembang-Indralaya (Palindra) tepatnya di KM KM 03+050, Desa Muara Baru, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Jumat (1/5/2026). Sebuah mobil Isuzu Traga pikap bernomor polisi BG 8059 TH bertabrakan dengan sebuah truk Fuso.
Akibat peristiwa ini, 3 bersaudara yang ada di mobil Isuzu Traga dinyatakan meninggal dunia. Para korban diketahui sedang dalam perjalanan untuk jualan daging sapi ke Pasar Perumnas Sako, Palembang dari Indralaya.
1. Kendaraan pikap menabrak bagian belakang truk Fuso yang berada di depannya

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Ogan Ilir, Ipda Gandhi Prianata mengatakan, kronologi bermula saat mobil pikap datang dari arah Indralaya menuju Palembang. Saat tiba di lokasi, mobil itu menabrak bagian belakang kendaraan yang ada di depannya yakni truk Fuso R6 yang nopolnya belum diketahui.
"Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, kendaraan truk Fuso melaju dari arah Indralaya menuju Palembang di lajur lambat. Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan pikap menabrak bagian belakang kendaraan truk Fuso yang berada di depannya," ujarnya Sabtu (2/5/2026).
2. Ketiga korban mengalami luka berat lalu meninggal dunia di TKP

Adapun pengemudi mobil Isuzu Traga tersebut yakni Maidi (36), warga Dusun I, RT 002, Desa Kerinjing, Kecamatan Tanjung Raja, Ogan Ilir. Penumpangnya, Rohman (33), asal Tanjung Agung, Indralaya, dan Rifat (37), asal Tanjung Lubuk, Indralaya Selatan, Ogan Ilir. Ketiganya mengalami luka berat lalu meninggal dunia.
"Karena kurang konsentrasi dalam mengemudi mengakibatkan pengemudi dan penumpang ran mobil pikap Isuzu Traga BG 8059 TH mengalami luka-luka dan meninggal dunia serta kerugian material yang diperkirakan senilai 25 juta rupiah," ungkapnya.
3. Polisi mengantongi bukti CCTV dan masih mengejar pengemudi Fuso
Usai insiden tersebut, sopir truk fuso dilaporkan melarikan diri ke arah Jambi. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pengejaran. Pihaknya juga telah mengantongi rekaman kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik, termasuk pintu masuk dan keluar tol, guna mengidentifikasi kendaraan serta pelaku yang kabur.
"Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap secara pasti penyebab kecelakaan, sekaligus memastikan pertanggungjawaban pengemudi truk fuso," ucap Dede.
Diketahui ketiga korban masih merupakan satu keluarga. Maidi dan Rifat merupakan kakak beradik, sedangkan Rohman merupakan salah satu sepupu mereka. Ketiganya sudah dimakamkan bersamaan seusai salat Jumat di pemakaman keluarga yang berada di TPU Desa Tanjung Lubuk, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir.
















