Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kemacetan di Gasing Mulai Terurai, Warga Ngeluh Aktivitas Terganggu
Kemacetan di Jalan Tanjung Api-api kilometer 8, Gasing, Banyuasin (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Kemacetan di Jalan Tanjung Api-Api Km 8, Gasing, Banyuasin mulai terurai setelah sebelumnya terjadi penumpukan akibat penyempitan jalan karena perbaikan.
  • Warga mengeluhkan aktivitas harian terganggu, termasuk rencana memancing dan ke kebun yang tertunda akibat kondisi jalan rusak dan lalu lintas padat.
  • Polisi menerapkan sistem buka tutup jalan untuk mengurai kemacetan karena sebagian ruas masih diperbaiki dan hanya satu jalur yang bisa digunakan kendaraan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Kemacetan yang sempat melanda kawasan Jalan Tanjung Api-Api KM 8, Gasing, Kabupaten Banyuasin, mulai berangsur terurai. Kepadatan lalu lintas sebelumnya terjadi akibat penyempitan jalan karena perbaikan, sehingga kendaraan dari dua arah harus bergantian melintas.

Saat puncak kemacetan, kendaraan truk besar hingga mobil pribadi terjebak antrean panjang lantaran hanya setengah badan jalan yang dapat digunakan. Kondisi ini menyebabkan laju kendaraan tersendat dan memicu penumpukan kendaraan di sejumlah titik, Sabtu 11 April.

Berdasarkan pantauan IDN Times terbaru, arus lalu lintas hari ini terpantau lebih lancar dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, antrean kendaraan masih terlihat di sekitar lokasi perbaikan, terutama saat kendaraan melintas secara bergantian.

1. Aktivitas warga terganggu

Kemacetan di Jalan Tanjung Api-api kilometer 8, Gasing, Banyuasin (IDN Times/Rangga Erfizal)

Masirun, salah satu warga yang ditemui IDN Times saat melintas di lokasi perbaikan jalan, mengaku kondisi kerusakan jalan dan perbaikan yang lamban membuat aktivitas rutin warga terganggu. Dirinya bahkan membatalkan rencananya untuk memancing di hari Minggu pagi karena khawatir akan terjebak kemacetan pada siang hari ini.

"Ada teman bilang jangan pulang kesiangan nanti terjebak macet, jadi saya muter lagi. Rencana mancing batal karena kalau macet sampai sana (Palembang)," ungkap Masirun, Minggu (12/4/2026).

Masirun mengatakan, dirinya sempat ragu melanjutkan perjalanan meski sudah berangkat dari rumah sekitar pukul 09.25 WIB. Kekhawatiran akan antrean panjang membuatnya memilih kembali.

"Saya maju mundur, dengan kondisi jalan begini takut nanti macet gak bisa kondangan," ungkap dia.

2. Aktivitas ke kebun dan mancing terganggu

Kemacetan di Jalan Tanjung Api-api kilometer 8, Gasing, Banyuasin (IDN Times/Rangga Erfizal)

Ia menambahkan, kondisi jalan yang belum normal juga menghambat aktivitas rutinnya, termasuk saat hendak memantau kebun di kawasan Jalur Banyuasin yang biasa dilakukannya setiap minggu.

"Kalau lihat jalannya begini, terganggu kita. Saya setiap minggu ke jalur untuk melihat kebun. Berhubung jalan kayak gini, terpaksa gak bisa lewat," jelasnya.

Meski aktivitasnya menggunakan sepeda motor, kondisi jalan yang rusak membuatnya khawatir. Terlebih kendaraan yang melintas merupakan mobil bertonase besar.

"Makanya balik cepat, ini pancing aja belum diceburin," ungkapnya.

Dirinya berharap jalanan dapat segera diperbaiki. Dirinya pun mengaku ingin beraktivitas dengan nyaman tanpa takut terjebak kemacetan. Alhasil, aktivitas yang seharusnya berjalan cepat jadi tertunda.

"Harapannya ya cepatlah diperbaiki, jangan rusak seperti itu saja. Kita juga terganggu loh, aktivitas. Mau cepat jadi gak bisa cepat. Kita rugi waktu gak bisa maksimal, keluar pagi sampai tengah hari," jelasnya.

3. Polisi buka-tutup jalan untuk urai kemacetan

Kemacetan di Jalan Tanjung Api-api kilometer 8, Gasing, Banyuasin (IDN Times/Rangga Erfizal)

Diberitakan sebelumnya, Kasatlantas Polres Banyuasin AKP Suwandiah menerapkan sistem buka tutup jalan di lokasi kemacetan. Langkah ini dilakukan untuk membuka jalur agar kendaraan dapat melintas.

"Karena sebagian ruas jalan tidak dapat dilalui akibat kondisi jalan yang rusak dan proses perbaikan yang belum selesai," jelasnya.

Suwandiah menambahkan, perbaikan jalan di lokasi sekitar, yakni adanya penggalian lubang jalan yang cukup dalam serta, kata dia, di bahu jalan juga tidak bisa digunakan dan membuat arus kendaraan harus dialihkan bergantian.

"Pengendara diarahkan melintas secara bergantian karena hanya satu jalur yang bisa digunakan," kata dia.

Editorial Team