Palembang, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan musim kemarau tahun 2026 berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi iklim tahun ini berpotensi lebih kering dibandingkan dengan normal, dan ada indikasi musim kemarau akan datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang.
Saat ini, sejumlah kawasan masuk dalam skala prioritas penanganan bencana karena berpotensi mengalami karhutla yang disebabkan oleh El Nino. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel juga sudah memetakan 12 kabupaten atau kota yang rawan karhutla karena kemarau diprediksi mulai akhir Mei hingga awal Juni 2026.
Karhutla di Sumsel merupakan ancaman tahunan serius yang melepaskan partikel debu dan gas beracun ke udara. Dampak kesehatan utamanya meliputi peningkatan tajam kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dengan ratusan ribu warga terdampak terutama saat kualitas udara memburuk setiap tahunnya.
