Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jarak Pandang Hanya 50 Meter, 7 Penerbangan Bandara Palembang Dibatalkan
Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) 2 Palembang. (IDN Times/ Deryardli Tiarhendi)
  • Kabut asap karhutla menurunkan jarak pandang di Bandara SMB II Palembang menjadi sekitar 50 meter pada 15 Oktober 2026, mengganggu operasional penerbangan.

  • Tujuh penerbangan terdampak pembatalan, meliputi enam keberangkatan menuju Batam, Jakarta, Pangkalpinang, dan Singapura, serta satu kedatangan Scoot dari Singapura.

  • Kualitas udara Palembang masuk kategori berbahaya; PM2.5 tercatat 1.134,5 mikrogram per meter kubik pukul 02.00 WIB dan 426,7 mikrogram per meter kubik pukul 05.00 WIB.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tujuh penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dibatalkan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang menurunkan jarak pandang menjadi sekitar 50 meter.
  • Who?
    Maskapai Citilink, Lion Air, Super Air Jet, Batik Air, dan Scoot terdampak. General Manager Bandara SMB II Palembang Ahmad Syaugi Shahab menyampaikan informasi pembatalan tersebut.
  • Where?
    Gangguan terjadi di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan, pada rute menuju Batam, Jakarta, Pangkalpinang, dan Singapura serta kedatangan dari Singapura.
  • When?
    Pembatalan penerbangan terjadi pada Kamis, 15 Oktober 2026. Data kualitas udara berbahaya di Palembang tercatat pada pukul 02.00 WIB dan masih berlanjut hingga pukul 05.00 WIB.
  • Why?
    Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan membatasi jarak pandang di sekitar bandara hingga sekitar 50 meter, sehingga operasional penerbangan disesuaikan dengan kondisi cuaca dan ketentuan keselamatan.
  • How?
    Enam penerbangan keberangkatan dan satu kedatangan dibatalkan. Bandara dan maskapai berkoordinasi memantau cuaca serta jarak pandang; penumpang diimbau memeriksa informasi terbaru melalui maskapai masing-masing.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Kamis (15/10/2026). Jarak pandang di sekitar bandara dilaporkan hanya sekitar 50 meter sehingga tujuh penerbangan terdampak.

General Manager Bandara SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, mengatakan tujuh penerbangan terdiri dari enam keberangkatan dan satu kedatangan dibatalkan. Rute domestik dan internasional dipastikan mengalami penundaan karena jarak pandang yang menurun.

1. Enam penerbangan keberangkatan dibatalkan

Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) 2 Palembang. (IDN Times/ Deryardli Tiarhendi)

Enam penerbangan keberangkatan yang dibatalkan terdiri dari Citilink QG989 dan Lion Air JT246 rute Palembang-Batam, Super Air Jet IU921 dan Batik Air ID7056 rute Palembang-Jakarta, Super Air Jet IU302 rute Palembang-Pangkalpinang, serta Scoot rute Palembang-Singapura. Selain itu, penerbangan Scoot TR254 dari Singapura menuju Palembang juga dibatalkan.

"Untuk Arrival dengan nomor penerbangan TR254 rute Singapura-Palembang cancel," kata Ahmad Syaugi, dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026).

2. Jarak pandang hanya 50 meter

Bandara SMB 2 Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Ahmad Syaugi menjelaskan, jarak pandang yang terbatas membuat operasional penerbangan harus disesuaikan dengan kondisi cuaca dan ketentuan keselamatan penerbangan. Pihak bandara bersama maskapai terus berkoordinasi untuk memantau perubahan kondisi cuaca dan jarak pandang atau visibility di sekitar bandara.

Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan diimbau untuk mengecek informasi terbaru sebelum berangkat ke bandara.

"Kami mengimbau seluruh pengguna jasa untuk terus memantau informasi terbaru melalui maskapai masing-masing," kata Syaugi.

3. Kualitas udara Palembang masuk kategori berbahaya

Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) 2 Palembang. (IDN Times/ Deryardli Tiarhendi)

Di tengah gangguan penerbangan akibat kabut asap, kualitas udara di Palembang juga menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data BMKG, konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Palembang mencapai 1.134,5 mikrogram per meter kubik pada pukul 02.00 WIB. Angka tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara berada pada kategori berbahaya.

Kondisi itu berlanjut hingga pukul 05.00 WIB. Konsentrasi PM2.5 tercatat sebesar 426,7 mikrogram per meter kubik dan masih berada dalam kategori berbahaya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article