Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hujan Guyur Palembang, Kabut Asap Menipis Berganti Mendung
Kondisi kota Palembang pasca hujan mengguyur kota Senin dini hari-pagi hari (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Hujan sedang hingga ringan mengguyur Palembang merata sejak dini hari hingga pukul 09.00 WIB, menipiskan kabut asap dan membuat kawasan Jembatan Ampera serta Sungai Musi lebih cerah.

  • Di Stasiun Musi II, PM2.5 turun dari 216,2 mikrogram per meter kubik pada tengah malam menjadi 111,8 setelah hujan, lalu sempat berada pada kisaran 15,6–55,4.

  • Di Talang Betutu, PM2.5 yang semula sangat tidak sehat pada pukul 00.00–02.00 WIB berubah menjadi tidak sehat hingga pagi, dengan penurunan sementara ke kategori sedang pukul 04.00 WIB.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Hujan yang dinantikan masyarakat Palembang akhirnya turun secara merata sejak Senin (26/10/2026) dini hari hingga pukul 09.00 WIB. Hujan dengan intensitas sedang hingga ringan tersebut beriringan dengan membaiknya kondisi udara di sejumlah kawasan yang sebelumnya diselimuti kabut asap.

Berdasarkan pantauan IDN Times, kawasan Jembatan Ampera dan perairan Sungai Musi mulai terlihat lebih cerah setelah kabut tebal perlahan menipis, digantikan oleh mendung. Kondisi jalanan yang sebelumnya kering juga kembali basah akibat hujan.

Perubahan kondisi tersebut turut terlihat dari data pemantauan kualitas udara. Konsentrasi partikel halus PM2.5 di Stasiun Musi II dan Talang Betutu mengalami penurunan dibandingkan dengan kondisi pada tengah malam. Berikut tiga perubahan kondisi Palembang setelah hujan mengguyur sejak dini hari.

1. Kabut asap di kawasan Ampera mulai menipis

Kondisi kota Palembang pasca hujan mengguyur kota Senin dini hari-pagi hari (IDN Times/Rangga Erfizal)

Kabut tebal yang sebelumnya menyelimuti kawasan perairan Sungai Musi perlahan berkurang setelah hujan mengguyur Palembang sejak dini hari. Berdasarkan pantauan IDN Times, kawasan sekitar Jembatan Ampera terlihat lebih cerah dibandingkan saat kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut. Kondisi ini membuat pemandangan di sekitar perairan Sungai Musi terlihat lebih jelas.

Aktivitas kapal angkutan industri, transportasi sungai, hingga nelayan juga kembali berlangsung tanpa terganggu oleh kabut asap seperti sebelumnya. Tak hanya di pusat kota, di kawasan pinggiran Palembang juga turut mengalami perbaikan kualitas udara. Kabut asap yang kerap datang pada pagi hari mendadak menghilang, digantikan oleh hujan yang terjadi hingga pagi hari.

2. PM2.5 di Musi II turun dari kategori sangat tidak sehat

Kondisi kota Palembang pasca hujan mengguyur kota Senin dini hari-pagi hari (IDN Times/Rangga Erfizal)

Penurunan konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat di Stasiun Pemantauan Musi II Palembang. Pada pukul 00.00 WIB, konsentrasi PM2.5 mencapai 216,2 mikrogram per meter kubik atau masuk kategori sangat tidak sehat.

Setelah hujan mulai mengguyur Palembang sekitar pukul 01.00 WIB, konsentrasi PM2.5 turun menjadi 111,8 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut kembali menurun menjadi 96,1 mikrogram per meter kubik pada pukul 02.00 WIB.

Pada periode pemantauan berikutnya, konsentrasi PM2.5 berfluktuasi pada kisaran 15,6–55,4 mikrogram per meter kubik. Data tersebut menunjukkan konsentrasi PM2.5 di kawasan Musi II menurun dibandingkan dengan kondisi tengah malam. Meski demikian, perubahan konsentrasi selama periode pemantauan tetap perlu diperhatikan untuk mengetahui perkembangan kualitas udara.

3. Kualitas udara di Talang Betutu juga mengalami perubahan

Kondisi kota Palembang pasca hujan mengguyur kota Senin dini hari-pagi hari (IDN Times/Rangga Erfizal)

Kondisi serupa tercatat di Stasiun Pemantauan Talang Betutu, Palembang. Pada pukul 00.00–02.00 WIB, konsentrasi PM2.5 berada pada kisaran 171,4–224,1 mikrogram per meter kubik atau masuk kategori sangat tidak sehat.

Pada pukul 03.00–09.00 WIB, kualitas udara tercatat berada pada kategori tidak sehat. Namun, pada pukul 04.00 WIB, konsentrasi PM2.5 sempat turun menjadi 54,7 mikrogram per meter kubik atau masuk kategori sedang.

Penurunan konsentrasi PM2.5 di Talang Betutu terjadi bersamaan dengan hujan yang mengguyur Palembang sejak dini hari. Sementara itu, hujan yang berlangsung hingga pukul 09.00 WIB juga membuat permukaan jalan yang sebelumnya kering kembali basah. Meski kondisi di sejumlah kawasan mulai membaik, data dari kedua stasiun menunjukkan bahwa konsentrasi PM2.5 dapat berbeda berdasarkan lokasi dan waktu pengukuran.

Curated For You

Editorial Team

Related Article