Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga Karet Sumsel  Tunjukkan Tren Pemulihan di Awal Pekan
Perkebunan karet Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Harga karet global di awal pekan naik ke 200,3 Sen AS per kilogram, menandakan kepercayaan pasar mulai pulih dan tren penguatan berlanjut.
  • Kenaikan harga berdampak pada tingkat petani dengan variasi harga berdasarkan kadar karet kering, memberi harapan momentum positif bagi petani Sumsel.
  • Apkarindo Sumsel mengimbau petani menjaga kualitas bokar agar harga jual tetap optimal, termasuk penggunaan pembeku lateks sesuai anjuran dan menjaga kebersihan bahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Harga karet di pasar global kembali menunjukkan tren positif pada awal pekan ini. Berdasarkan data Singapore Exchange (SGX) Sicom, harga karet tercatat sebesar 200,3 sen AS per kilogram.

"Pergerakan harga di awal pekan cukup tegas dan melanjutkan penguatan sebelumnya. Ini menandakan kepercayaan pasar mulai meningkat dan ada indikasi kuat menuju fase pemulihan," ungkap Sekretaris DPW Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumsel, Rudi Arpian, Senin (30/3/2026).

1. Harga karet naik sekitar Rp529

Perkebunan karet di daerah Banyuasin (IDN Times/Rangga Erfizal)

Dengan kurs rupiah di level Rp16.872 per dolar AS, harga karet KKK 100 persen berada di angka Rp33.795 per kilogram. Angka ini mengalami kenaikan sebesar Rp529 per kilogram dibandingkan dengan posisi Jumat (27/3/2026) yang berada di level Rp33.266 per kilogram.

"Ini menunjukkan sinyal kepercayaan pasar mulai meningkat," jelasnya.

2. Kenaikan harga diawal pekan diharap jadi momentum

Perkebunan karet Sumsel (IDN Times/Istimewa)

Rudi menjelaskan, penguatan harga ini juga berdampak pada harga karet di tingkat petani berdasarkan kadar karet kering (KKK). Untuk KKK 70 persen, harga berada di kisaran Rp23.657 per kilogram, KKK 60 persen Rp20.277 per kilogram, KKK 50 persen Rp16.898 per kilogram, KKK 40 persen Rp13.518 per kilogram, dan KKK 30 persen Rp10.139 per kilogram.

"Kenaikan harga karet di awal pekan ini diharapkan dapat menjadi momentum positif bagi petani di Sumsel, meskipun dinamika pasar global masih perlu terus dicermati," bebernya.

3. Petani diingatkan jaga kualitas Bokar

Perkebunan karet di Sumsel (IDN Times/Dinas Perkebunan Sumsel)

DPW Apkarindo Sumsel mengingatkan petani untuk tetap menjaga kualitas bahan olah karet (bokar). Hal ini penting agar harga jual tetap optimal di tengah tren kenaikan.

"Petani diharapkan menjaga mutu bokar, menggunakan pembeku lateks sesuai anjuran, serta memastikan tidak ada kontaminasi kotoran atau limbah. Semakin tinggi KKK, semakin tinggi pula harga yang diterima," jelasnya.

Editorial Team