Gubernur Sumsel Herman Deru Doakan Haji Alim: Beliau Orang Baik

- Gubernur Sumsel Herman Deru berdoa untuk Haji Alim, yang dikenal sebagai sosok baik dan dekat dengan masyarakat.
- Putra Haji Alim, Kemas Umar Halim, memohon maaf atas kesalahan orangtuanya dan meminta doa kepada masyarakat.
- Almarhum akan dimakamkan hari ini setelah salat Jumat di Masjid Agung Palembang, dengan permohonan maaf dari keluarga atas segala kekhilafan.
Palembang, IDN Times - Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru turut berbelasungkawa atas wafatnya tokoh masyarakat Haji Kemas Alim. Ikut merasakan kehilangan mendalam, Herman Deru juga mengajak warga untuk mendoakan almarhum.
"Mudah-mudahan beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT sesuai dengan amal ibadahnya," kata dia saat melayat kediaman Haji Alim, 22 Januari 2026.
1. Herman Deru kenang sosok Haji Alim dekat dengan tokoh agama

Deru menyebut selama hidup, Haji Alim dikenal sebagai sosok yang ngemong dan dekat dengan masyarakat. Hal tersebut terlihat dari banyaknya warga yang kerap hadir di kediamannya, baik dalam acara keluarga maupun kegiatan keagamaan.
"Beliau orang baik, dekat dengan tokoh agama dan aktif memberikan sumbangsih dalam pembangunan rumah ibadah, khususnya masjid," ujarnya.
2. Keluarga ajak masyarakat doakan Haji Alim

Sementara kata Putra Haji Alim, Kemas Umar Halim, atas kepergian sang ayah ia juga memohon maaf atas segala kesalahan yang dilakukan orangtuanya itu. Dia mewakili keluarga besar meminta doa kepada masyarakat agar ayahanya mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Kami memohon kepada seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum. Semoga amal ibadahnya selama ini diterima oleh Allah SWT dan segala kekhilafan yang pernah ada semasa hidupnya dimaafkan,” kata Umar Halim.
3. Sebelum dimakamkan, jenazah disolatkan di Masjid Agung Palembang

Umar Halim menyampaikan, almarhum akan dimakamkan Jumat (23/1/2026) hari ini usai salat Jumat. Jenazah akan disalatkan terlebih dahulu di Masjid Agung Palembang, kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga yang berlokasi di Jalan Dr M Isa, Palembang.
"Insyallah akan dimakamkan di pemakaman keluarga, namun sebelumnya disalatkan di Masjid Agung Palembang. Kami sekeluarga juga memohon maaf kepada seluruh pihak apabila selama hidupnya orang tua kami memiliki kekhilafan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja,” jelas dia.















