Dishub Palembang Akui Kemacetan Uji Coba CFD karena Kurang Personel

- Dishub Palembang mengakui uji coba Car Free Day batal karena kekurangan personel di Jembatan Musi IV dan VI saat penutupan Jembatan Ampera.
- Sebagian besar dari sekitar 100 personel difokuskan di kawasan Sudirman dan Ampera, sementara di Musi VI hanya ada dua regu dengan total 6–10 orang.
- Pemerintah kota akan evaluasi pelaksanaan CFD, termasuk penambahan personel, pengaturan kantong parkir, serta pencegahan pungutan liar dan kebocoran PKL.
Palembang, IDN Times - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, Agus Supriyanto, mengakui uji coba Car Free Day (CFD) pada Minggu, 12 April 2026 lalu menyebabkan kemacetan di beberapa titik. Agus berujar, kemacetan di Jembatan Musi IV dan VI tersebut disebabkan oleh kekurangan personel untuk mengatur lalu lintas.
"Memang di titik tersebut (Jembatan Musi IV dan VI) personel kami masih kurang. Ke depan akan dilakukan penambahan, khususnya di titik-titik rawan kemacetan," ujarnya, Senin (13/4/2026).
1. Titik rawan kemacetan jadi prioritas

Agus mengatakan dari total sekitar 100 personel yang dikerahkan, sebagian besar difokuskan di kawasan Sudirman dan Ampera. Sementara di Jembatan Musi VI hanya terdapat dua regu dengan total 6-10 personel.
"Ke depan akan dilakukan penambahan, khususnya di titik-titik rawan kemacetan," kata dia.
2. Janjikan evaluasi dan pembenahan maksimal ke depan

Sementara, kata Asisten II Setda Kota Palembang Isnaini Madani, secara umum pelaksanaan uji coba CFD di sepanjang Jembatan Ampera, Kawasan Cinde hingga Jalan Sudirman bisa disebut sukses, namun memang masih ada yang harus dievaluasi dan dilakukan pembenahan lebih baik.
"Makanya, dari uji coba ini ke depan dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan. Sehingga tidak menimbulkan masalah lainnya," ujar pria yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas Pariwisata ini.
3. Akui masalah kantong parkir masih jadi PR pemkot Palembang

Dia menambahkan pekerjaan rumah Pemkot dalam pembenahan pelaksanaan CFD di Palembang adalah pengaturan kantong parkir. Harapannya, agar tidak ada pengambilan retribusi tarif parkir secara ilegal atau penarikan uang pungutan liar.
"Tinggal pengaturan parkir dan jaga agar kehadiran PKL tidak bocor," kata dia.


















