Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

43 Sungai di Sumbar Rusak, Butuh Rp3,4 Triliun untuk Perbaikan

Personel Polsek Pauh melihat kondisi sungai Batang Kuranji
Personel Polsek Pauh melihat kondisi sungai Batang Kuranji (Foto: Dok Polsek Pauh)
Intinya sih...
  • 43 sungai di Sumbar mengalami kerusakan akibat bencana ekologi
  • Anggaran Rp3,4 triliun akan digunakan untuk merehabilitasi dan merekonstruksi sungai yang rusak
  • Sebanyak 25 sungai sudah ditangani selama tanggap darurat, sementara 18 lainnya masih dalam penanganan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra Barat membutuhkan anggaran sebesar Rp3,4 triliun untuk memulihkan kembali seluruh sungai yang terdampak bencana di daerah tersebut.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Naryo Widodo mengatakan, anggaran sebesar Rp3,4 triliun tersebut akan digunakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi seluruh sungai yang terdampak bencana.

"Pengerjaannya nanti akan kita lakukan secara berkala di seluruh sungai yang mengalami kerusakan akibat bencana yang terjadi pada November 2025 lalu," katanya.

1. Sebanyak 43 sungai di Sumbar hancur

Personel Polsek Pauh mengingatkan warga terkait debit air yang kembali meningkat
Personel Polsek Pauh mengingatkan warga terkait debit air yang kembali meningkat (Foto: Dok Polsek Pauh)

Naryo mengatakan, anggaran tersebut akan digunakan untuk merehabilitasi dan rekonstruksi 43 sungai yang rusak akibat bencana ekologi tersebut.

"Untuk saat ini 25 dari 43 sungai yang mengalami kerusakan itu sudah kami tangani selama tanggap darurat dan masih terus berjalan untuk penanganannya," katanya.

Menurutnya, 18 sungai lainnya yang masih belum teratasi sampai saat ini tersebar di berbagai kabupaten/kota yang ada di Sumatra Barat dan akan segera ditangani.

"Nanti tim yang telah selesai melakukan penanganan di beberapa titik akan bergeser ke sungai lainnya yang juga mengalami kerusakan. Karena memang bencana kemarin itu banyak titiknya," katanya.

2. Sudah gunakan Rp300 miliar

Pencarian korban di skitar lokasi bencana di Padang Panjang
Pencarian korban di skitar lokasi bencana di Padang Panjang(Foto: Basarnas Padang)

Naryo mengatakan, selama tanggap darurat lalu, pihaknya telah menggunakan anggaran sebesar Rp300 miliar untuk menangani sungai-sungai yang meluap akibat curah hujan yang tinggi.

"Selama masa tanggap darurat kemarin itu hal yang kami lakukan adalah mengupayakan agar air sungai tidak meluap dan berdampak ke pemukiman warga," katanya.

Setelah tanggap darurat selesai, ia mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memperbaiki sungai-sungai yang mengalami kerusakan pasca bencana.

3. Tambahan anggaran Rp1,2 triliun

Warga di daerah Palembayan, Kabupaten Agam mengangkut bantuan yang diberikan oleh para dermawan
Warga di daerah Palembayan, Kabupaten Agam mengangkut bantuan yang diberikan oleh para dermawan (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Selain anggaran tersebut, Naryo mengungkapkan, pihaknya juga akan mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk penanganan irigasi.

"Untuk penanganan irigasi ini nanti akan kami ajukan lagi dan mudah-mudahan ini disetujui agar lahan pertanian masyarakat bisa kembali pulih," katanya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya dengan maksimal untuk pemulihan sungai pasca bencana yang terjadi di Sumatra Barat sejak November 2025 silam.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Dari Ornamen ke Narasi: Tanjak Sebagai Komunikasi Budaya Kota Palembang (3)

21 Jan 2026, 19:54 WIBNews