Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Viral di Medsos, Warga Palembang Malah Pamer Diisolasi

Viral di Medsos, Warga Palembang Malah Pamer Diisolasi
Sebanyak 32 warga Palembang yang terjaring razia masker, Kamis (30/4). Mereka akan diisolasi selama 1x24 jam di Asrama Haji Palembang. (IDN Times/ Feny Maulia Agustin)
Share Article

Palembang, IDN Times - Seorang warga Palembang mendadak viral di media sosial (Medsos), Sabtu (2/5). Dalam video itu, dirinya mengungkap fasilitas ruangan berupa AC, televisi, dan tempat tidur yang nyaman seperti halnya hotel.

Padahal pria itu sedang diisolasi di Asrama Haji Palembang, karena kedapatan beraktivitas di luar rumah tanpa mengenakan masker. Dalam video berdurasi 22 detik, dia bahkan menyebut enggan pulang kalau fasilitas Asrama Haji Palembang dilengkapi WiFi.  

"Kamar karantina di asrama haji, ada AC kurang WiFi saja. Makan dikasih, segala dikasih, kalau ada WiFi saya gak mau pulang, mau di sini saja," ujar oknum warga tersebut.

Banyak netizen menyebut apa yang ia lakukan bertolak belakang dengan niat Gugus Tugas Palembang untuk memberi efek jera. Padahal pemerintah berharap, isolasi selama 24 jam setelah kedapatan tidak memakai masker dapat berbuah positif pada perubahan perilaku warga.

1. Gugus tugas COVID-19 Palembang sayangkan penggunaan fasilitas asrama haji

Ilustrasi Asrama Haji (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Ilustrasi Asrama Haji (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Menanggapi video viral tersebut, Ketua Bidang Pencegahan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Palembang, Ahmad Zulinto, menyayangkan beberapa fasilitas asrama haji yang sebelumnya dilarang digunakan, seperti AC dan TV.

Zulinto menyebut oknum warga Palembang itu memanfaatkan fitur remote control sebagai aplikasi di smartphone miliknya. 

"Kita tidak menyita smartphone mereka, karena haknya untuk menggunakan dan menghubungi keluarga. Tapi ternyata disalahgunakan untuk kegiatan lain dan mengunggahnya ke medsos," ungkap Zulinto, Sabtu (2/5).

2. Mereka yang dirazia mendapat edukasi selama 10 jam

Razia warga tidak pakai masker di Palembang (IDN Times/Istimewa)
Razia warga tidak pakai masker di Palembang (IDN Times/Istimewa)

Menurut Zulinto, video tersebut seakan meremehkan niat baik pemerintah untuk mengajak masyarakat disiplin menggunakan masker. Padahal sebelum diiziinkan masuk kamar, mereka mendapat edukasi tentang bahaya dan pencegahan COVID-19.

"Ini bukan tindakan yang mendidik, kita harus sadar diri kalau ini bahaya bukan untuk enak-enak. Sebenarnya karantina tidak enak, karena begitu sampai mereka akan ada berasa di aula selama 10 jam dan itu sudah sangat berat. Tidak serta merta mereka langsung kita antar ke kamar masing-masing," ungkap dia.

3. Sudah 107 warga Palembang yang ditangkap

Asrama Haji di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Asrama Haji di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Kepala Satpol PP Kota Palembang, Guruh Agung Putra Jaya menjelaskan, hingga hari ini tercatat sudah 107 orang yang diisolasi di Asrama Haji Palembang. Semuanya ditangkap karena melanggar ketentuan wajib menggunakan masker di Kota Palembang.

"Di hari pertama ada 33 orang yang dirazia, hari kedua 40 orang, dan hari ketiga ini ada 34 orang. Total sudah ada 107 warga Palembang yang tidak menggunakan masker dan kita isolasi," jelas Guruh Agung Putra Jaya.

4. Sehari ada 100 warga melanggar, yang diproses 30-40 orang karena keterbatasan ruangan asrama haji

Posko Check Point COVID-19 di Jakabaring Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Posko Check Point COVID-19 di Jakabaring Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Menurut Putra, masyarakat Palembang belum tertib menjalankan aturan dari pemerintah. Alhasil mereka yang tertangkap pasti diproses secara hukum, dan diberikan edukasi tentang COVID.19.

Penangkapan yang terus dilakukan membuat kondisi asrama haji kini tidak memungkinkan untuk menampung para pelanggar. Sebab dalam sehari sekitar 100 warga ditangkap, namun hanya sekitar 30-40 orang saja yang diproses. 

"Misalnya saat razia itu ada perempuan hamil yang tidak menggunakan masker, hanya kita edukasi tentang bahaya COVID-19. Sedangkan untuk orangtua yang membawa anaknya kita kasih hukuman push up," tutup dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Deryardli Tiarhendi
Rangga Erfizal
Deryardli Tiarhendi
EditorDeryardli Tiarhendi

Latest News Sumatera Selatan

See More

Cara Daftar Seleksi Jalur Mandiri Unsri 2026, Cek Alurnya di Sini!

28 Mei 2026, 16:58 WIBNews