Tongkang Batu Bara Tersangkut di Jembatan Bentayan Banyuasin

- Tongkang PT Tempirai Muba tersangkut di Jembatan Bentayan, Banyuasin
- Warga khawatir jembatan rusak dan KSOP Kelas 1 Palembang tidak melakukan pengawasan
- Direktur Eksekutif Walhi Sumsel menegaskan sungai Musi bukan jalur angkutan bisnis batu bara atau tanah galian
Banyuasin, IDN Times - Tongkang yang membawa batu bara milik PT Tempirai Muba tersangkut di Badan Jembatan Bentayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Banyuasin. Kejadian tersangkutnya tongkang terebut terjadi sejak Kamis (13/3/2025) kemarin hingga hari ini dan diduga membawa batu bara dengan muatan yang berlebih.
"Semalam nyangkut di badan jembatan, akibatnya badan jembatan terangkat," ungkap Camat Tungkal Ilir, Yudi, Jumat (14/3/2025).
1. Sebut KSOP tidak bertanggung jawab atas izin kapal

Kejadian tersangkutnya tongkang membuat warganya was-was karena akses jembatan terancam rusak akibat tersangkutnya tongkang tersebut. Terlebih warga khawatir saat air pasang membuat tongkang semakin naik dan menekan jembatan tersebut.
Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas 1 Palembang Kapten Bintarto mengatakan, pengawasan kapal yang melintas di perairan Bentayan masuk dalam ranah pengawasan BPTD. Sehingga pihaknya tidak melakukan pengawasan secara langsung terhadap kapal yang melintas.
"KSOP Kelas 1 Palembang juga tidak mengeluarkan surat persetujuan olah gerak kapalnya begitu juga dengan pengawasan bongkar muatnya juga tidak," ungkap Bintarto.
2. KSOP dalami mengenai kapal yang melintas

Lebih lanjut Bintarto menjelaskan, pihaknya akan mengidentifikasi insiden tongkang batu bara tersebut melalui dokumen video maupun foto. Pihaknya akan menganalisis apakah kapal yang nyangkut tersebut kapal pedalaman atau kapal laut yang pengawasan KSOP Kelas 1 Palembang.
"Dulu pernah ada kejadian serupa ada kapal yang nyangkut di jembatan Bentayan Banyuasin tapi tidak pernah ada kapal laut yang melintas disana," jelas dia.
3. Walhi sayangkan kejadian tongkang melintas di perairan sungai

Sementara itu, Direktur Eksekutif Walhi Sumsel Yuliusman menyayangkan kejadian yang terjadi dI perairan Bentayan Banyuasin. Dirinya menegaskan bahwa sungai yang ada di Sumsel seharusnya tidak boleh dilalui tongkang batu bara ataupun tongkang tanah galian.
"Karena Sungai Musi bukan jalur angkutan bisnis batu bara atau tanah galian. Jadi kalau hal itu masih saja terjadi, akan menimbulkan masalah," jelas dia.
Maka menurutnya, pihak yang memberi izin transportasi kepada tongkang itulah yang mesti bertanggung jawab.
"Usut dan adili pemberi izin dan pelaku angkutan tongkang," jelas dia.



















