PSBB Palembang Masih Dikaji, Sebut Sebaran Lokal Masih Terkendali

Palembang, IDN Times - Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Sumatera Selatan (Sumsel) menjelaskan, persyaratan wilayah untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) harus memenuhi unsur teknis, seperti transmisi lokal di suatu wilayah yang membuat sebaran virus tak terkendali.
Lalu rentetan kasus yang muncul begitu cepat. Akibatnya, riwayat pasien positif COVID-19 sulit dilacak. Yusrii memastikan, apa yang terjadi di Kota Palembang masih bisa dikendalikan.
"Memang tiga hari terakhir penambahan pasien positif begitu cepat, tapi sebaran lokal di Palembang masih bisa kita tracking antara keluarga dan tenaga kesehatan. Makanya PSBB masih perlu kajian lagi," ungkap Jubir Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Sumsel, Yusri kepada IDN Times, Senin (20/4).
1. Persetujuan PSBB ditinjau dari kondisi wilayah

Dari dua daerah yang masuk zona merah di Sumsel, baru Kota Palembang yang telah mengajukan PSBB kepada Gubernur Sumsel. Meski persetujuan itu menjadi wewenang Menteri Kesehatan (Menkes), namun Yusri berpendapat jika persetujuan PSBB masih harus melihat seberapa parah wilayah tersebut terpapar pandemi.
"Gubernur itu wewenangnya hanya di provinsi, yang mengajukan harus Bupati atau Wali Kota ke Gubernur. Nanti dari Gubernur meminta persetujuan ke pemerintah pusat melalui Menkes," ujar Yusri.
2. Sumsel sudah menerapkan pembatasan skala kecil lebih dulu

Dalam hal pembatasan, Yusri menilai sebenarnya Sumsel melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) telah menjalankan pembatasan dalam skala lebih kecil. Seperti pembatasan aktivitas belajar bagi siswa di sekolah, dan pekerja kantor untuk bekerja dari rumah.
"Namun secara legalitas dan tertulis harus melewati persetujuan pusat. Apa bila mendapat persetujuan secara legal, maka PSBB bisa dilakukan," beber dia.
3. Tidak ada penambahan pasien positif baru hari ini

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumsel, Ahmad Rizwan mengungkapkan, tidak ada penambahan kasus pasien positif baru hingga hari ini. Namun untuk jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terus bertambah.
ODP di Sumsel tercatat ada 2.618 orang. Sebanyak 1.936 orang di antaranya selesai pemantauan dan 692 orang sisanya sedang dipantau. Untuk PDP saat ini keseluruhan ada 106 orang, dengan selesai pengawasan 68 orang dan proses pengawasan 38 orang.
"PDP bertambah enam orang hari ini. Sampel yang kita periksa ada 295 orang, dengan catatan terkonfirmasi positif 89 orang," tutup dia.



















