Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pengamat Nilai Faktor Pragmatis Pengaruhi Tingkat Pemilih di Sumsel
Lokasi TPS 27 Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Pilgub Sumsel kurang mendapat antusiasme masyarakat
  • 98,41% pemilih tidak menggunakan hak suaranya dari total DPT Sumsel sebanyak 6.382.739 pemilih
  • Faktor pragmatis dan pilihan calon yang tak sesuai menjadi penyebab utama kurangnya antusiasme masyarakat dalam Pilkada Sumsel
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Pengamat politik UIN Raden Fatah Palembang, Yulion Zalpa mengatakan, pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Sumsel kurang mendapat antusiasme masyarakat. Berdasarkan data-pemilu.pages.dev/gubernur berdasarkan data yang masuk dari formulir C yang masuk sebesar 98,41 persen ada sekitar 2,1 juta pemilih disinyalir tak menyalurkan hak suaranya.

Dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) Sumsel sebanyak 6.382.739 pemilih tercatat baru 4.221.412 pemilih yang menggunakan hak suaranya.

"Karakteristik pemilih di Sumsel dipengaruhi oleh dua faktor pertama, faktor rasional. Kedua faktor pragmatis," ungkap Yulion saat dikonfirmasi, Jumat (29/11/2024).

1. Faktor pemilu lalu pengaruhi pemilih ke TPS

Calon gubernur Sumsel Urut 1 Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)

Yulion menerangkan, dari kedua faktor, faktor pragmatis lah yang mendominasi pemilihan di Sumsel. Faktor ini dipengaruhi politik uang sehingga banyak masyarakat yang tertarik untuk memilih karena diiming-imingi uang.

Pada pilkada ini, dirinya mengakui faktor ini menjadi penyebab menjadi penggerak masyarakat menuju TPS. Ketika masyarakat tak mendapatkan uang maka mereka enggan menyalurkan hak pilihnya.

"Pengaruh money politic ini begitu besar. Karena pemilu sebelumnya (Pilpres-Pileg) menjadi penentu mereka ke TPS. Sehingga saat tidak ada imbalan berdampak ke motivasi para pemilih untuk datang ke TPS," jelas dia.

2. Kandidat dan parpol tak berhasil meyakinkan masyarakat

Calon gubernur Sumsel Urut 1 Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)

Yulion menyebutkan, faktor selanjutnya memengaruhi orang untuk datang ke TPS adalah pilihan calon yang tak sesuai. Proses terpilihnya calon melalui mekanisme partai yang sempat alot sebelum ada putusan MK dimana parpol telah lebih dulu memploting calonnya membuat masyarakat muak dengan sistem yang ada.

"Motivasi pemilih untuk menyalurkan hak pilih yang kurang terlihat karena opsi pilihan kandidat yang belum mampu menawarkan solusi yang kongkrit buat masyarakat," jelas dia.

3. Hasil quick count dan perhitungan sementara HDCU masih unggul

Pendukung Herman Deru melakukan sujud syukur (IDN Times/Rangga Erfizal)

Berdasarkan hasil hitung cepat yang dikeluarkan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) pasangan nomor urut 01 Herman Deru-Cik Ujang (HDCU) unggul 73,55 persen disusul pasangan 02 Eddy Santana Putra-Rizky Aprilia (ERA) sebesar 14,26 persen dan pasangan 03 Mawardi Yahya-Anita Noeringhati (Matahati) 12,19 persen. 

Sedangkan berdasar hasil perhitungan data pemilu yang dikeluarkan Pasangan HDCU unggul sementara waktu dengan raihan 51,50 persen suara atau sekitar 2.174.133 pemilih. Pasangan nomor urut 02 Eddy Santana Putra-Rizky Aprilia (ERA) menyusul dengan raihan suara terbanyak kedua sebesar 25,20 persen atau 1.063.635 suara. Lalu pasangan nomor urut 03 Mawardi Yahya-Anita Noeringhati (Matahati) meraih 23,30 persen suara atau 983.644 suara. 

Editorial Team

Related Article