Korban KDRT Nyaris Lompat dari Jembatan Ampera Palembang

- Perempuan berusia 18 tahun hampir melompat dari Jembatan Ampera
- Keluarga akan menjemput korban yang nekat mengakhiri hidup karena KDRT
- Polisi berhasil menggagalkan aksi tersebut dengan pendekatan persuasif
Palembang, IDN Times - Viral di media sosial (medsos) video singkat yang menampilkan seorang perempuan hendak melompat dari atas jembatan Ampera, Palembang. Video itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial, setelah diunggah Instagram @palembang.bedesau.
Dalam rekaman video yang beredar, perempuan mengenakan baju merah bergaris menjerit histeris sembari hendak melompat. Saat kejadian, tiga anggota polisi yang berada di lokasi kejadian langsung menarik kedua tangannya. Lalu, ia dipinggirkan agar tak melompat ke bawah.
1. Polisi menyebut keluarga akan menjemput korban

Diketahui belakangan, perempuan itu berinisial PT dan baru berusia 18 tahun. Upaya mengakhiri hidup tersebut terjadi sekitar pukul 10:30 WIB.
"Saat ini dia sudah diamankan dan menunggu keluarganya untuk dijemput," kata Kasat Lantas Polrestabes AKBP Finan S Radipta saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (29/11/2025).
2. Kejadian diketahui lewat CCTV

Dia mengatakan, korban PT langsung dibawa ke Pos Lantas 502 setelah upaya berbahaya itu digagalkan. Dari hasil pemeriksaan awal, PT nekat ingin mengakhiri hidup karena tak kuat jadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh sang suami.
Finan menjelaskan, tindakan PT itu diketahui saat seorang warga melihat gelagat yang mencurigakan. Dari pantauan rekaman CCTV di lokasi, petugas kemudian bergerak cepat menggagalkan aksi tersebut.
“Anggota yang saat itu sedang patroli langsung menuju lokasi. Sesampainya di TKP, mereka segera membujuk dan menenangkan korban agar tidak melompat," jelasnya.
3. Polisi melakukan pendekatan persuasif saat kejadian

Ketika proses penyelamatan berlangsung di lokasi, sempat terjadi tarik menarik antara PT dan polisi. Ia kemudian akhirnya berhasil dibawa ke pinggir dan menangis.
"Setelah dilakukan pendekatan persuasif, PT akhirnya berhasil ditenangkan dan dievakuasi ke Pos 502 yang berada di bawah Jembatan Ampera," jelas Finan.
Layanan konseling

Mari bersama cegah perilaku membahayakan diri. Masalah kesehatan jiwa merupakan hal serius yang sering diabaikan masyarakat.
Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.
Kamu juga bisa mengontak beberapa badan di bawah ini:
Jangan Bunuh Diri || telp: (021) 9696 9293 || email: janganbunuhdiri@yahoo.com
Organisasi INTO THE LIGHT || message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) || direct message via Twitter: @IntoTheLightID
Kementerian Kesehatan Indonesia || Telp: 021-500454
Yayasan Pulih
Jl. Teluk Peleng 63 A Komplek AL-Rawa Bambu Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520 || Telp : 021-78842580 || Fax : 021-782 3021
YLBH Apik
Jl. Raya Tengah No. 31 RT 01 RW 09 Kp. Tengah Kramat Jati Jakarta Timur 13540 Telp 021-87797289 || Fax. 021-87793300
Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) Telp. 021-8514389 Website: http://www.skizofrenia.org/
LSM Jangan Bunuh Diri || Telp 021-0696 9293

















