Helmy Yahya dan Inang Irma Hutabarat gabung Partai Solidaritas Indonesia (PSI) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Helmy menambahkan, perusakan baliho tak menunjukan sikap ksatria orang Palembang. Ia menyebut jika orang Palembang adalah sosok pemberani dan gagah.
"Bukan pengecut, kita ini keturunan Sriwijaya, kerajaan terbesar yang pernah ada di Nusantara," jelas dia.
Helmy menilai ada yang tidak suka dirinya kembali ke Sumsel untuk mengabdikan diri ke masyarakat. Padahal apa yang dilakukannya murni untuk membantu masyarakat.
"Satu, ada orang yang takut kalau saya menang. Mungkin kemenangan saya akan mengganggu dia karena korupsi di republik ini, termasuk di provinsi kita (korupsi) sudah kelewatan, untuk itu saya pulang dan bergabung dengan PSI, satu-satunya partai anti korupsi," ungkap dia.
Kedua, ia menyebut ada yang takut kalah karena keikutsertaannya bakal mengurangi kursi dari partai lain di DPR RI. Helmy pun mengajak caleg dan tim lain untuk bertarung secara fair. Masyarakat pun diharap tidak memilih caleg yang menggunakan cara pengecut.
"Mungkin (perusak baliho) adalah orang yang nyalon juga di Dapil yang sama, kehadiran saya akan mengganggu dia. Itu indikasi saya. Kami sudah dapat video-video, foto, jadi hati-hatilah," bebernya.