Efisiensi Anggaran: Pemkot Padang Kehilangan Rp13 M dari Pusat

Padang, IDN Times - Pemerintah Kota Padang kehilangan potensi uang sebesar Rp13 miliar dari Pemerintah Pusat setelah mendapatkan pemotongan dari efisiensi anggaran yang dilakukan.
"Hingga saat ini sekitar Rp13 miliar anggaran dari pusat yang terpotong untuk Pemkot Padang," kata Wali Kota Padang, Fadli Amran.
Ia mengungkapkan, untuk efisiensi anggaran Pemkot Padang sendiri sampai saat ini masih belum dipastikan jumlah yang akan dikurangi kedepannya.
1. Akan lakukan efisiensi anggaran

Fadli mengungkapkan, ia akan melakukan pemantauan terkait anggaran-anggaran yang dirasa kurang tepat nantinya untuk bisa dipotong dalam pelaksanaan efisiensi anggaran tersebut.
"Kedepan efisiensi anggaran tetap akan kita coba lirik lebih dalam lagi sesuai dengan instruksi bapak presiden," katanya.
Ia menyatakan akan melakukan penyisiran soal program-program yang tidak sesuai dengan visi atau misinya serta menyesuaikan dengan aturan yang ada di pusat.
2. Tidak pengaruhi program unggulan

Fadli mengungkapkan, efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat tidak akan mempengaruhi program unggulan yang telah ia susun saat mencalonkan diri sebagai Wali Kota Padang.
"Kita bersyukur program kami sesuai dengan asta cita bapak presiden. Berbicara tentang pendidikan, kesehatan, dan kota pintar dan kota sehat dan tidak terlalu berpengaruh," katanya.
Ia mengungkapkan, program yang telah diatur tersebut akan tetap berjalan dan tidak akan terganggu oleh efisiensi anggaran yang dilakukan tersebut.
3. TAPD masih susun anggaran

Beberapa waktu lalu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Andree Algamar mengungkapkan tim TAPD akan menyusun kembali anggaran yang telah disetujui sebelumnya oleh DPRD.
"Nanti kami menunggu Wali Kota baru dilantik dulu untuk menentukan anggaran yang akan dikurangi atau dihapus," katanya.

















