Buntut 5 Tahanan Kabur, Kapolsek Sukarami Dimutasi

Palembang, IDN Times - Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri memutasi Kapolsek Sukarami Kompol Irwanto ke Mapolda Sumsel. Hal ini buntut dari lima tahanan kabur yang menjebol plafon ruang tahanan Mapolsek Sukarami, Palembang.
"Benar, ada pergantian. Hari ini TR (telegram rahasia)-nya keluar. Sedangkan untuk penggantinya saya belum tahu," ungkap Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Sabtu (11/7/2020).
1. Kejadian tahanan kabur jadi peringatan untuk anggota yang lain

Menurut Supriadi, Kompol Irwanto akan ditugaskan di Direktorat Bina Masyarakat untuk membantu program Polda Sumsel, yakni kampung tangkal COVID-19. Dirinya menilai, pergantian pucuk pimpinan di Mapolsek adalah hal yang biasa.
"Ini sebagai bentuk penyegaran di tubuh Polda Sumsel. Sekaligus efek pelajaran bagi anggota yang lain, agar dapat lebih waspada dan disiplin dalam bertugas," jelas dia.
2. Polisi masih buru tiga tahanan lain yang kabur

Diberitakan sebelumnya, baru dua tahanan kabur itu yang berhasil ditangkap kembali. Kelima tersangka merupakan tahanan kasus narkotika, pencabulan dan pencurian.
"Tiga tahanan masih dalam proses pengejaran. Kita berharap mereka segera menyerahkan diri. Petugas tidak akan segan mengambil tindakan tegas kepada mereka," jelas dia.
3. Kronologi tahanan kabur

Sebelumnya, Rabu (8/7/2020) lima orang tahanan kabur menggunakan gergaji besi yang diselundupkan oleh salah satu keluarga tahanan saat menjenguk. Mereka memotong besi tahanan yang berada di plafon.
Kelima tahanan yakni, Ahmad Januar (22) dan M Naufal Syakir berhasil diamankan, tidak lama setelah mereka kabur. Sedangkan tiga tahanan lain yakni, Asril (36), Hidayat Saleh (34), dan Johani (36) masih berkeliaran.
Dalam aksi kabur tersebut, polisi juga mengamankan tiga orang lainnya yang membantu tahanan kabur. Mereka adalah Novi Trianan sebagai penyedia uang untuk membeli gergaji, lalu Riski Bagas yang bertugas membeli gergaji besi, dan David sebagai orang yang menjemput tahanan saat kabur.
Ketiganya merupakan keluarga salah satu tahanan bernama Ahmad Januar.

















