Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BMKG Prediksi Hujan Ekstrem Masih Guyur Sumsel 22-31 Maret 2025
Ilustrasi cuaca ekstrem. (IDN Times/Aditya Pratama)
  • BMKG memprediksi hujan pada dasarian III Maret 2025 hingga pekan awal April 2025 di hampir seluruh wilayah Sumsel, masyarakat diminta waspada terhadap cuaca ekstrem.
  • 70% wilayah pesisir dan DAS diprediksi hujan dengan tingkat curah hujan menengah, sementara wilayah perbukitan di dataran tinggi diprediksi terjadi curah hujan dengan intensitas rendah.
  • Terkait monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH), sebagian besar wilayah Sumsel masih akan terjadi hujan dengan intensitas beragam, kondisi cuaca dipengaruhi indeks ENSO dan Indian Ocean Dipole (IOD).
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan masih akan terjadi pada dasarian III Maret 2025 hingga pekan awal April 2025. Hujan tersebut terjadi di hampir seluruh wilayah Sumsel sehingga masyarakat dan stakeholder diminta untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan bencana Hidrometereologis.

"Wilayah Sumsel masih berada pada periode musim hujan. Peluang hujan di sebagian besar wilayah diprediksi masih cukup tinggi pada dasarian III Maret 2025. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kejadian ekstrem yang dapat terjadi terutama mereka yang tinggal di area rawan bencana hidrometereologi (Perbukitan dan DAS)," jelas Kepala Stasiun klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, Sabtu (22/3/2025).

1. Palembang- Banyuasin berpotensi masih akan terjadi hujan tinggi

Orang yang berjalan di tengah hujan (pixabay.com/candoyi)

Wandayantolis menjelaskan, 70 persen wilayah di Sumsel yang berada di pesisir dan daerah aliran sungai (DAS) diprediksi berpeluang mengalami hujan dengan tingkat curah hujan menengah 50-150 milimeter. Sedangkan wilayah dengan kontur perbukitan di dataran tinggi seperti Empat Lawang, Lahat bagian Barat dan Pagar Alam bagian Utara diprediksi terjadi curah hujan dengan intensitas rendah dikisaran 50 milimeter.

"Sementara sebagian kecil Banyuasin bagian selatan dan Palembang bagian utara masih berpotensi terjadi curah hujan tinggi dengan intensitas 150-300 milmeter dengan peluang hingga 20 persen," jelas dia.

2. HTH terpanjang terjadi di wilayah Ogan Ilir

berjalan saat hujan (pexels.com/Christiano Sinisterra)

Terkait monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut menunjukan sebagian besar wilayah Sumsel masih akan terjadi hujan dengan intensitas hujan yang beragam. Sementara HTH dengan kategori sangat pendek (1-5) hari terjadi di sebagian besar wilayah bagian tengah dan timur Sumsel.

"Sebagian kecil wilayah Ogan Ilir mengalami HTH dengan kategori menengah sekitar 11-20 hari. Sedangkan untuk HTH terpanjang terukur di Pos Hujan AWS SMPK Ogan Ilir Selama 11 hari," jelas dia.

3. Angin dari Australia mulai berbelok ke Indonesia

Ilustrasi suasana hujan (pexels.com/Vlad Chețan)

Kondisi cuaca di dasarian III tersebut dipengaruhi indeks ENSO yang diprediksi akan tetap netral hingga semester kedua 2025. Stasiun Klimatologi Sumsel juga mencatat fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) juga berada kategori netral dengan indeks -0.31 yang juga diprediksi akan terjadi hingga semester kedua 2025.

Saat ini kondisi aliran massa udara di sebagian besar Indonesia didominasi angin baratan. Belokan dan pertemuan angin terlihat di sekitar garis ekuator menyebabkan pusat tekanan rendah terlihat di sekitar perairan barat Sumatera, Laut Jawa, dan Laut Banda.

"Angin dari Australia diprediksi mulai masuk ke Indonesia, sehingga belokan dan pertemuan angin terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Analisi sebelumnya menunjukan bahwa Madden Julian Oscillation (MJO) aktif di fase 2 dan bergerak menuju fase 3 hingga 4 pada dasarian III Maret 2025," jelas dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article