Banjir di Malam Pergantian Tahun Rendam Ratusan Rumah di Lahat

- Sungai Lematang meluap, 200 KK terdampak banjir di Lahat, Sumsel
- Banjir merendam 105 warga dan 200 KK, kerugian hingga ratusan juta Rupiah
- BPBD Sumsel koordinasi dengan BPBD Lahat untuk evakuasi masyarakat terdampak
Lahat, IDN Times - Dua ratus Kepala Keluarga (KK) harus berjibaku dengan banjir pada malam pergantian tahun di wilayah Lahat, Sumatra Selatan (Sumsel). Sungai Lematang yang menjadi sungai besar di Lahat meluap dan menjadi banjir bandang hingga membuat rumah warga terendam.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (31/12/2023) sekitar pukul 23.25 WIB, atau 35 menit sebelum malam pergantian tahun.
"Hujan deras memang mengguyur Lahat sejak kemarin. Kita sudah menerima laporan dari masyarakat soal sungai Lematang meluap," ungkap Kabid Kedaruratan BPBD Sumsel, Sudirman, Senin (1/1/2024).
1. Ada 200 KK terdampak banjir Lahat

Banjir di Lahat terjadi di beberapa kecamatan dan merendam lebih 105 warga serta 200 KK terdampak. Air yang meluap dengan cepat merendam barang-barang milik warga dan diperkirakan menimbulkan kerugian hingga ratusan juta Rupiah.
"Ada empat desa dan satu perumahan di Kecamatan Lahat Selatan, Lahat, terkena dampak banjir. Seperti,Desa Tanjung Payang, Desa Karang Dalam Ilir, Desa Rimbe Bedung dan Perumnas Resident Tanjung Payang. Jalan desa putus sehingga tidak dapat dilewati," beber dia.
2. BPBD Sumsel sudah koordinasi dengan BPBD Lahat

Sudirman mengakui, sejauh ini BPBD Sumsel telah melakukan koordinasi dengan BPBD Lahat untuk mendata masyarakat yang terdampak banjir untuk dievakuasi. Pihaknya akan meninjau lokasi banjir dan meminta masyarakat untuk terus waspada.
"Kondisi saat ini, Alhamdulillah, air sudah mulai surut dan menunggu tindakan selanjutnya," jelas dia.
3. Tak ada korban jiwa dari meluapnya sungai Lematang

Kades Tanjung Payang, Sapri, membenarkan banjir yang melanda wilayahnya semalam. Rumah warga yang terdampak berada di Perumahan Rafika 3 dan 4, Perumahan Paza, dan Perumahan Rimba Bedug serta pemukiman penduduk di sekitarnya.
"Rata-rata air menggenangi rumah dan akses jalan desa setinggi lutut orang dewasa. Tingginya intensitas hujan membuat warga yang mengalami kebanjiran tidak sempat menyelamatkan barang barang perabotan rumah tangga," ujar dia.
Sapri pun memastikan dari banjir ini tidak ada korban jiwa. Hanya saja, masyarakat harus merugi karena barang-barang dirumahnya tak terselamatkan.
"Banyak warga yang tak sempat menyelamatkan barang perabotan termasuk barang elektronik. Ada ratusan rumah yang terendam," tutup dia.






















