Anggota Samapta Polres OI Dilaporkan Aniaya Warga

- Anggota Polres Ogan Ilir, Aipda Subhan, memukul pemilik mobil yang menabrak mobil polisi karena menolak ganti rugi yang diminta.
- Arogansi Aipda Subhan terekam dalam video saat memarahi warga setelah mobilnya ditabrak dari belakang.
- Kapolres OI menyebut Aipda Subhan sudah diperiksa Propam dan akan dikenakan sanksi sesuai hasil pemeriksaan.
Ogan Ilir, IDN Times - Hanya gara-gara mobil mobilnya ditabrak dari belakang, seorang anggota Samapta Polres Ogan Ilir (OI), Aipda Subhan, bertindak arogan memukul Ali Akbar (29), pemilik mobil yang menabrak mobil polisi tersebut.
Peristiwa bermula pada Minggu (28/1/2024) sekitar pukul 21.00 WIB di rumahnya yang berada di Jl Sarjana, Kelurahan Timbangan, Kabupaten OI, Sumsel. Mobil korban yang dikendarai temannya bernama Arif Absuray, seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri) menabrak mobil Avanza milik Aipda Subhan yang terparkir di jalan depan rumahnya.
"Usai kejadian, Aipda Subhan mendatangi kediaman saya. Dalam pertemuan tersebut, saya sudah bersedia menanggung biaya perbaikan bengkel atas kerusakan mobil Aipda Subhan," ujar Ali.
1. Memaksa minta perbaiki pintu mobilnya

Namun yang Aipda Subhan disebut memaksa dan meminta penggantian unit pintu mobil yang baru. Tentu Ali tidak menyanggupinya.
"Oknum polisi tersebut marah dan memukul saya. Setelah pemukulan, saya berobat ke Puskesmas Payakabung, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir," ungkap Ali.
2. Aipda Subhan juga memarahi seorang wanita

Arogansi anggota Polri tersebut terekam dalam video. Aipda Subhan terlihat memarahi warga setelah kendaraan miliknya ditabrak dari belakang.
Pada video berdurasi 53 detik tersebut, sang polisi yang bertugas di Sat Samapta Polres OI tampak memarahi seorang wanita, keluarga dari pria yang menabrak mobil milik Aipda Subhan.
3. Kapolres sebut yang bersangkutan sudah diperiksa Propam

Kapolres OI, AKBP Andi Baso Rahman, menyebut anggota tersebut sudah diperiksa Propam. Hasil pemeriksaan nantinya akan menentukan bentuk sanksi yang diterapkan kepada Aipda Subhan.
"Sanksinya tergantung, dilihat dari hasil pemeriksaannya. Kira-kira masuk jenis pelanggaran disiplin atau kode etik," jelas Andi.
Dirinya membenarkan bahwa perselisihan Aipda Subhan dengan warga karena persoalan kendaraan yang ditabrak dari belakang.
"Inti permasalahannya begitu. Satunya nabrak mobil orang, satunya dongkol dan dia (oknum polisi) emosi. Tindak lanjutnya sudah di Propam," tegasnya.

![[FOTO] Ribuan Umat Islam di Palembang Salat Iduladha hingga ke Ampera](https://image.idntimes.com/post/20260527/upload_4708432f4cacb509af3079e80bab8b41_bb5739ee-5d4f-472c-94ea-43df85613e24_watermarked_idntimes-2.jpg)
















