Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sumbar Alami Deflasi 0,16 Persen pada Februari 2025

Sumbar Alami Deflasi 0,16 Persen pada Februari 2025
ilustrasi inflasi (freepik.com/freepik)
Share Article

Padang, IDN Times - Setelah mengalami inflasi tipis pada Januari 2025 lalu, Badan Pusat Statistik menyatakan Sumatra Barat kembali mengalami deflasi pada Februari 2025. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPS Sumatra Barat, Sugeng Aryadi dalam konferensi pers tentang Inflasi Sumbar Februari pada Senin (3/3/2025) di Kantor BPS Sumbar.

Sugeng mengungkapkan, deflasi pada Februari tersebut terjadi lantaran beberapa faktor dan disebabkan oleh pengaruh harga beberapa komoditas.

1. Catatan deflasi Sumatra Barat

Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Sugeng mengungkapkan, deflasi yang terjadi pada Februari 2025 lalu tidak terlalu tinggi dan berada pada angka 0,16 persen secara month to month.

"Jika dibandingkan dengan Desember 2024 lalu, deflasi Sumatra Barat tercatat sebesar 0,13 persen," katanya.

Sugeng mengungkapkan, secara year on year, Sumatra Barat masih mengalami deflasi sebesar 0,09 persen.

2. Deflasi dipengaruhi kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga

pixabay
pixabay

Sugeng menyebutkan, angka deflasi tertinggi secara month to month terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga yang cukup tinggi.

"Untuk kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga ini terjadi deflasi sebesar 1,74 persen atau menyumbang angka deflasi sebesar 0,29 persen," katanya.

Selain itu, menurut Sugeng kelompok makanan, minuman dan tembakau juga mengalami deflasi sebesar 0,11 persen dan menyumbangkan deflasi sebesar 0,02 persen.

"Untuk kelompok pengeluaran lainnya mengalami inflasi tipis. Deflasi tipis tetapi mendekati nol," katanya.

3. Deflasi year on year dipengaruhi kelompok yang sama

Pinterest
Pinterest

Sugeng mengungkapkan, secara year on year, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga menyumbang angka deflasi tertinggi sebesar 8,55 persen,

"Kelompok itu menyumbang deflasi Sumatra Barat secara year on year sebesar 1,53 persen," katanya.

Selain itu, deflasi juga terjadi pada kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,18 persen dan memberikan andil sebesar 0,01 persen.

"Untuk kelompok yang lain tercatat mengalami inflasi dengan angka yang berbeda-beda. Tapi secaraumum mengalami deflasi sebesar 0,09 persen secara year on year," katanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika

Latest News Sumatera Selatan

See More

Prakiraan Cuaca Sumsel 27 Juni, Hujan Ringan Berpotensi di Sumsel

27 Jun 2026, 09:24 WIBNews