Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Telur Ayam Konsumsi asal Banyuasin Siap Tembus Pasar Internasional

Telur ayam asal Banyuasin bakal Go Ekspor
Telur ayam asal Banyuasin bakal Go Ekspor (Dok. Balai Karantina)
Intinya sih...
  • Telur ayam konsumsi asal Banyuasin siap untuk ekspor melalui program Go Ekspor dengan dukungan dari Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan provinsi.
  • Banyuasin merupakan salah satu sentra produksi telur ayam terbesar di Indonesia, dengan potensi besar untuk dikembangkan di sektor peternakan unggulan dan mampu bersaing di pasar internasional.
  • Upaya program Go Ekspor berhasil didukung oleh balai karantina dalam memastikan aspek keamanan pangan dan persyaratan teknis, serta melakukan monitoring di lapangan untuk menjaga mutu dan keamanan telur ayam yang dihasilkan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Telur ayam konsumsi asal Banyuasin bersiap tembus pasar ekspor lewat program 'Go Ekspor' didukung Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatra Selatan.

"Pendampingan Go Ekspor dilakukan untuk memastikan kesiapan komoditas memenuhi standar ekspor," kata Kepala Balai Karantina Sumsel, Sri Endah, dalam keterangan rilis yang diterima, Rabu (21/1/2026).

1. Telur ayam konsumsi asal Banyuasin punya daya saing

Telur ayam asal Banyuasin bakal Go Ekspor
Telur ayam asal Banyuasin bakal Go Ekspor (Dok. Balai Karantina)

Diketahui, telur ayam konsumsi dari Banyuasin itu merupakan salah satu sentra produksi telur ayam terbesar di Indonesia. Potensi tersebut mendorong komoditas itu lebih strategis untuk dikembangkan khususnya di sektor peternakan unggulan

"Telur ini mampu berdaya saing serta memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional," jelas dia.

2. Telur ayam konsumsi bisa diproduksi hingga 17 ton per hari

Telur ayam asal Banyuasin bakal Go Ekspor
Telur ayam asal Banyuasin bakal Go Ekspor (Dok. Balai Karantina)

Agar program Go Ekspor berhasil, lanjut Endah, balai karantina mendukung standar aspek keamanan pangan dan kelengkapan persyaratan teknis. Caranya dengan konsisten melakukan monitoring di Desa Mukut, Pulau Rimau, Banyuasin.

Berdasarkan data, Sumsel memiliki sekitar 100 peternakan ayam petelur yang menjadi penopang produksi telur ayam konsumsi. Salah satu yang terbesar adalah PT Banyuasin Mukut Inti (BMI) dengan kapasitas produksi mencapai 17 ton telur per hari dari sekitar 400 ribu ekor ayam petelur.

"Selain PT BMI, peternakan skala besar lain di Sumsel yakni PT Pulau Farm (PF) dan PT Gunawan Farm (GF)," kata Endah.

3. Telur ayam konsumsi diharapkan jadi komoditas ekspor unggulan

Telur ayam asal Banyuasin bakal Go Ekspor
Telur ayam asal Banyuasin bakal Go Ekspor (Dok. Balai Karantina)

Langkah monitoring di lapangan lanjutnya dengan berkunjung ke lokasi peternakan bersama Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Sumsel. Dalam tinjauan itu, pengecekan meliputi sarana dan prasarana, penerapan biosekuriti, manajemen pemeliharaan ayam, serta aspek higiene dan sanitasi lingkungan.

“Aspek-aspek tersebut merupakan indikator penting dalam menjaga mutu dan keamanan telur ayam yang dihasilkan, terutama untuk memenuhi standar pasar ekspor,” kata dia.

Endah menambahkan, Sumsel sebelumnya sudah berhasil mengekspor sejumlah komoditas unggulan lainnya, seperti kelapa, kopi, dan sawit. Ke depan, telur ayam konsumsi diharapkan dapat menjadi komoditas ekspor baru dan unggulan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Dari Ornamen ke Narasi: Tanjak Sebagai Komunikasi Budaya Kota Palembang (3)

21 Jan 2026, 19:54 WIBNews