Harga Emas Palembang Sesuku Stabil Mulai Rp13,2 Juta, Yuk Investasi

- Harga emas Palembang stabil mulai Rp13,2 juta per suku atau 6,7 gram di Toko E-Mi Gold Plaju.
- Biaya upah potongan buyback hingga Rp500 ribu per suku diterapkan untuk bayar sewa produk dan dipengaruhi produksi emas dari pabrik berbeda.
- Harga emas memicu inflasi tinggi di Sumsel, tetapi animo belanja masyarakat masih besar karena dianggap safe haven.
Palembang, IDN Times - Harga emas perhiasan Palembang pada Senin (24/11/2025) ini terpantau masih stabil. Harga emas di sejumlah toko perhiasan, mulai dari Rp13,2 juta per suku atau 6,7 gram seperti di Toko E-Mi Gold Plaju.
Diketahui, walau harga emas har ini tak goyah dan tidak mengalami pergerakan nilai untuk harga beli. Tetapi, bagi yang ingin menjual emas kembali atau buyback ada biaya upah dengan potongan buyback hingga Rp500 ribu per suku.
1. Animo belanja masih tinggi meski harga emas naik atau turun

Penerapan biaya potongan upah biasanya dilakukan untuk bayar sewa produk, karena ada perbedaan harga dari sebelumnya. Kemudian, dipengaruhi produksi emas dari pabrik berbeda.
Sementara berdasarkan hukum pasar dan pergerakan ekonomi, sebenarnya harga emas potensi mengalami fluktuasi jika permintaan pasar naik atau turun. Tetapi berapapun harga emas, animo belanja masyarakat masih besar. Sebab emas masih dianggap safe haven.
2. Inflasi masih berdampak pada harga emas

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Moh. Wahyu Yulianto, harga emas perhiasan hingga Oktober masih memicu nilai inflasi tinggi. Sebelumnya, data inflasi pada Agustus 2025, emas perhiasan jadi penyebab utama inflasi di angka 3,04 persen.
"Harga emas naik, mendorong inflasi atau kenaikan harga komoditas. Emas masih jadi penyumbang utama inflasi Sumsel," jelas dia.
3. Permintaan emas cenderung konsisten

Pengamat Ekonomi Sumatra Selatan (Sumsel) sekaligus dosen Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) Sri Rahayu menambahkan, nilai emas yang naik, turun atau stabil, karena konsistensi penawaran dan permintaan di pasar.
"Kenaikan harga emas dipengaruhi permintaan, begitu sebaliknya, turun jika animo berkurang. Ini faktor supply-demand. Tetapi bila harga stabil dalam jangka panjang, artinya permintaan cenderung konsisten," katanya dikonfirmasi IDN Times.

















