Comscore Tracker

Tangkal COVID-19, Begini Cara Kerja Imun Tubuh Manusia Bentuk Antibodi

Setiap orang sudah memiliki daya imun alami

Palembang, IDN Times - Penyebaran COVID-19 dapat dicegah dengan meningkatkan imunitas, selain disiplin menerapkan protokol kesehatan. Imunitas sudah tersimpan pada tubuh seseorang masing-masing. Tinggal bagaimana cara kerja imunitas itu berproses sebagai antibodi dalam badan.

Menurut Ahli Mikrobiologi Sumatra Selatan (Sumsel), Prof Yuwono, kinerja imunitas pada fisik seseorang untuk membentuk antibodi terjadi dengan empat cara. Yakni berproses dari imunitas alami yang telah aktif dan tetap menjaga antibodi sebagai perlindungan diri.

"Kalau sudah aktif dan imun tubuh yang kuat, jika terinfeksi kuman maka otomatis membentuk antibodi. Imun alami inilah menjadi perlindungan permanen, istilahnya ada sel memori," ujarnya kepada IDN Times, Selasa (26/1/2021).

1. Orang yang sembuh dari COVID-19 telah memiliki imunitas alami yang aktif

Tangkal COVID-19, Begini Cara Kerja Imun Tubuh Manusia Bentuk AntibodiIlustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Ia mengatakan, seseorang yang terjangkit COVID-19 namun memiliki imunitas alami aktif dan kuat tidak membutuhkan pengobatan ekstra. Seseorang tersebut hanya perlu beristirahat dan menahan diri agar tidak berkeliaran dan menyebarkan virus.

"Orang-orang seperti inilah yang bisa sembuh dari COVID-19, karena imunitas alaminya aktif dan membentuk antibodi permanen," kata dia.

Imunitas alami dalam tubuh seseorang juga dibagikan dalam dua kategori, yakni imunitas alami aktif dan imunitas alami pasif. Jika seseorang mempunyai imunitas pasif, artinya antibodi berasal dari sang ibu dan didapatkan sejak dalam kandungan.

"Antibodi dari ibu yang diturunkan ini perlindungannya sementara atau tidak ada sel memori," timpalnya.

Baca Juga: Cerita Dokter Erwin Operasi Pasien COVID-19 di RS Pusri Palembang

2. Transfusi plasma konvalesen termasuk pembentukan antibodi buatan yang pasif

Tangkal COVID-19, Begini Cara Kerja Imun Tubuh Manusia Bentuk AntibodiIlustrasi vaksin atau jarum suntik (IDN Times/Arief Rahmat)

Dari dua kategori imunitas alami yang aktif dan pasif, ada kategori lain yakni imunitas buatan. Imunitas buatan terbagi kembali menjadi buatan yang aktif dan pasif. Imunitas buatan aktif terbentuk dari pemberian vaksinasi, sehingga membentuk antibodi dengan perlindungan permanen dengan sel memori.

"Contoh seseorang yang diberi vaksin COVID-19 adalah orang dengan antibodi buatan aktif. Sedangkan antibodi buatan pasif didapat dari orang yang terinfeksi, perlindungannya sementara. Contoh serum plasma konvalesen orang yang sembuh dari infeksi COVID-19  dan dimasukkan pada penderita infeksi COVID-19," jelas dia.

Baca Juga: RSMH Palembang Gunakan Raisa, Robot Pelayan Pasien COVID-19 

3. Imunitas tubuh orang dewasa lebih rendah ketimbang pembentukan antibodi pada anak-anak

Tangkal COVID-19, Begini Cara Kerja Imun Tubuh Manusia Bentuk AntibodiIlustrasi Penyuntikan Vaksin (IDN Times/Arief Rahmat)

Yuwono menerangkan, antara imunitas yang tersimpan pada orang dewasa dan anak-anak itu berbeda. Jika dibandingkan kekuatan pembentukan antibodi antara keduanya, maka imunitas protektif pada anak-anak lebih kuat.

"Secara kerja imunitas dalam tubuh, infeksi SARS-CoV-2 pada orang dewasa menyebabkan imunitas mal adaptif, sedangkan pada anak-anak imunitas adaptifnya lebih efektif," terangnya.

Sistem kerja imunitas pada orang dewasa lebih rendah ketimbang anak-anak. Hal itu terjadi karena pengaruh tubuh orang dewasa yang mengalami penuaan atau senescence. Sedangkan pada anak-anak, justru terjadi pertumbuhan imunitas.

"Orang dewasa terjadi penurunan kapasitas regenerasi sel baru karena proses penuaan, sedangkan pada anak-anak regenerasinya baik. Orang dewasa kebanyakan memiliki komorbit seperti diabetes miletus dan hipertensi yang tidak ada pada anak-anak. Kemudian keadaan komplikasi trombosis yang terjadi pada dewasa tidak terjadi pada anak-anak. Itulah mengapa persentase imunitas anak-anak lebih tinggi dari orang dewasa," tandas dia.

Baca Juga: Jatuh Pingsan Jadi Risiko Terparah Pasca Vaksinasi COVID-19

Topic:

  • Feny Maulia Agustin
  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya