Coach Yoyok Digadang Suporter Menjadi Pelatih Baru Sriwijaya FC

Palembang, IDN Times - Sriwijaya FC (SFC) mulai menyiapkan tim jelang Liga Indonesia musim 2023/2024. Mereka bakal dipimpin pelatih baru bernama Muhamad Yusup Prasetiyo, atau lebih dikenal dengan nama Coach Yoyok.
Nama tersebut digadang-gadang menjadi nahkoda Laskar Wong Kito. Suporter pun selalu mengaitkan Coach Yoyok untuk bergabung di klub sepak bola asal Sumatra Selatan (Sumsel).
1. Coach Yoyok pernah menjadi pelatih klub Malaysia

Coach Yoyok sudah mengantongi banyak pengalaman, seperti pernah melatih Kelantan FC di Liga Malaysia. Isu Coach Yoyo bergabung dalam tim makin kuat setelah manajemen klub menyatakan rencana segera bertemu dengan pelatih baru.
"Pelatihnya sudah ada kepastian, cuma mesti ketemu manajemen dulu. Lagi menunggu waktu yang pas untuk bertemu dengan manajemen Sriwijaya FC," kata Direktur Teknik PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri), Indrayadi, Senin (19/6/2023).
2. Coach Yoyok bakal siap menghadap manajemen Sriwijaya FC

Pertemuan manajemen Sriwijaya FC dengan Coach Yoyok direncanakan pada hari ini. Dalam pertemuan nanti, Muhammad Yusup Prasetiyo bakal mempresentasikan dirinya. Manajemen Laskar Wong Kito memang menginginkan calon pelatih muda dengan sistem pelatihan modern yang memiliki ambisi memajukan Sriwijaya FC.
"Pelatihnya masih muda, masih potensi besar, pintar. Melatihnya masih modern, sistem pelatihannya yang update karena masih muda. Kita mau ambil ambisinya sebagai patokan agar Sriwijaya FC lebih maju lagi," kata dia.
3. Berpengalaman melatih di luar negeri

Coach Yoyok selain memiliki pengalaman di luar negeri juga pernah menjadi mantan asisten Djadjang Nurdjaman di PSMS Medan serta Barito Putera. Hal tersebut menjadi pertimbangan manajemen agar Coach Yoyok membantu tim mengarungi laga.
"Artinya dia punya ambisi besar, kita support. Usianya 40-an tahun," timpal Indrayadi.
4. Pengalaman Coach Yoyok di sepak bola

Berikut beberapa pengalaman Coach Yoyok berkarier di lapangan hijau:
1. Analis taktik di Akademi Borussia Muenchengladbach (Jerman) pada 2018.
2. Akademi VVV Venlo (2017), Akademi Liverpool (2018), Akademi Ajax Amsterdam (2018), Akademi Feyenoord di Belanda (2018), Akademi Valencia di Spanyol (2018), dan Akademi Benfica di Portugal (2019).
3. Memiliki kualifikasi Lisensi Nasional AFC D, Indonesia pada 2012
4. Tahun 2014: Lisensi AFC C, Brunei Darussalam
5. Tahun 2016: Lisensi AFC B, Malaysia
6. Tahun 2018: Lisensi AFC A, Maladewa
7. Tahun 2018: WFA Football Tactics, Gothenburg Swedia
8. Tahun 2019: FCE Football Braining Experience, Lisbon Portugal
















