TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Cegah Stunting, Anak SD di Sumsel Terima 2 Ton Telur Gratis!

Program ini juga berupaya menekan stunting dan gizi buruk

Hari telur sedunia (IDN Times/Dokumen)

Palembang, IDN Times - Anak sekolah tingkat dasar di Sumatra Selatan (Sumsel) mendapat ribuan butir telur dalam rangka peringatan Hari Telur Sedunia pada 22 September. Sekitar 36 ribu telur dibagikan ke sejumlah Sekolah Sasar (SD) negeri maupun swasta di tiga daerah.

"Ada 36.500 butir atau sebanyak 2,28 ton telur mentah dibagi ke anak-anak yang kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan gizi," ujar Ketua Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama), sekaligus Ketua Persatuan  Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumsel, Djafrizal, Rabu (22/9/2021).

Baca Juga: Kasus Stunting Menyerang Ribuan Bayi di Palembang

1. Peternak sumbang 1 ton telur

Ilustrasi Pengiriman Telur Ayam. (IDN Times/Sunariyah)

Selain mendorong anak-anak mendapatkan protein dari mengonsumsi telur untuk mencegah stunting di Sumsel, peringatan Hari Telur Sedunia diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat saling berbagi.

"Telur didapatkan dari peternak sebayak 1 ton 300 butir dan selebihnya berasal dari sejumlah organisasi lain, termasuk Kagama. Kita mengharapkan gizi buruk tidak terjadi lagi dan pembagian ke sekolah dibantu Dinas Pendidikan," kata dia.

Baca Juga: Nah Lho, Ada 4.641 Balita di Palembang Mengalami Kasus Stunting

2. Ada sembilan sekolah di Palembang menerima telur gratis

Hari telur sedunia (IDN Times/Dokumen)

Ribuan telur gratis di Sumsel bakal dikirim ke sejumlah SD di tiga daerah meliputi Air Batu di Banyuasin, Pemulutan di Ogan Ilir (OI), dan terakhir Kota Palembang dengan masing-masing dijatah 120 kilogram.

"Total di Palembang ada sembilan dengan 5 SD negeri dan selebihnya swasta. Banyuasin dan OI ada lima sekolah," timpalnya.

3. Pembagian telur gratis hanya menarget anak SD

Ilustrasi telur ayam (IDN Times/Umi Kalsum)

Pihak Kagama bekerja sama Dinas Pendidikan (Disdik) masing-masing daerah. Mereka mengharapkan donasi telur dapat diterima sesuai target sasaran.

"Sasaran kita untuk anak-anak masa pertumbuhan, karena anak SD masih butuh protein tinggi untuk perkembangan otak dan otot," jelas dia.

Baca Juga: Kasus Stunting di Sumsel Sama dengan Nasional, Ini Respons Herman Deru

Berita Terkini Lainnya